Palembang, Sumselupdate.com
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat penderita demam berdarah dengue (DBD) di 17 kabupaten/kota sebanyak 1.181 orang per Minggu (14/2). Jumlah penderita yang meninggal meningkat menjadi 15 dari sebelumnya 11 di akhir Januari lalu.
Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuraini melalui Kabid Bina Pengendalian Masalah Kesehatan dr Matdani Nurcik menuturkan, empat penderita yang meninggal bertambah satu dari Kota Palembang dan tiga dari Kabupaten Musi Banyuasin.
“Berdasarkan data bulan Februari dari tanggal 1 hingga sekarang, tercatat ada penambahan 61 penderita DBD. Namun jumlah tersebut belum dari seluruh kabupaten/kota karena belum semua melaporkan,” tuturnya, Senin (15/2).
Sebanyak 20 penderita di Musi Banyuasin, 10 penderita di Banyuasin, dua di Muaraenim, OKU Timur 25 penderita, tiga di Ogan Ilir, dan satu tercatat di Pagaralam. Sementara kabupaten yang belum melapor sejak awal bulan lalu adalah OKU, OKI, Lahat, Musirawas, OKU Selatan, Empat Lawang, Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau, PALI, dan Muratara.
Jumlah penderita DBD Februari 2016 terhitung masih lebih sedikit daripada lima tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Tercatat kasus DBD terbesar pada Februari 2012 yakni 572 penderita.
Disamping itu, Dinas Kesehatan telah mengirimkan surat edaran Gubernur Sumsel langsung ke kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan adanya peningkatan kasus DBD sejak Oktober tahun lalu.
Kesiapsiagaan kabupaten/kota dalam menanggulangi DBD yakni dengan menyiapkan fasilitas kesehatan, rumah sakit dan juga partisipasi seluruh masyarakat dalam memberantas jentik nyamuk yang berkembang biak di genangan air bersih seperti yang tidak sengaja tertampung di botol atau kaleng bekas, vas bunga, gelas, daun-daun dan lainnya.
“Pemberantasan sarang nyamuk melalui 3S+ membersihkan kemungkinan hidupnya jentik nyamuk serta pengaktifan Juru Pantau Jentik (Jumantik) dari tingkat puskesmas. Selain itu, plus (+) meningkatkan kewaspadaan dari masyarakat untuk lebih cerdas dalam menghindari gigitan nyamuk, karena vector-nya adalah nyamuk. Baik dengan menggunakan kelambu, obat nyamuk, dan ikan tempalo,” ungkapnya.
Dinkes pun telah menyebar logistik ke seluruh kabupaten/kota yakni 4.009 Kg Larvasida, 272 kotak Rapid Test Diagnostic (RDT) DBD, dan 7.250 liter insektisida yang dibagikan ke 17 Kabupaten/Kota. (ino)











