PKL Warsito Merugi, Kepala Pasar Diam Saja

Selasa, 5 September 2017
Suasana pembongkaran lapak di Pasar Atas Baturaja OKU.

Baturaja, Sumselupdate.com – Para pedagang kaki lima (PKL) di jalan Warsito Baturaja yang lapaknya dibongkar, mengaku mereka menemui masalah baru terkait pembongkaran lapak mereka.

Pasalnya, para pedagang sedang memikirkan bagaimana mengembalikan uang Rp 9.850.000,- yang dipinjam dari rentenir untuk membayar lapak-lapak tersebut. “Jangankan untung, modal untuk bayar lapak bae belum tebalek,” ungkap salah satu pedagang.

Read More

Dirinya bersama rekan-rekan sesama pedagang yang lapaknya dibongkar, menyesalkan ketidakhadiran Kepala Unit Pasar Atas, Bulmi, di lokasi pembongkaran lapak-lapak yang menggunakan alat berat.

“Sebagai bapak kami, dio (Bulmi-red) harus ado di sini, jingok anak-anaknyo (pedagang) yang lapaknyo digusur. Jangan nak lemaknyo bae,” keluh pedagang tersebut.

Dirinya beralasan, ketika sekitar 72 pedagang ke gedung DPRD OKU menyuarakan keluhan pedagang yang lapaknya akan dibongkar, mereka para pedagang bersedia dibongkar lapaknya lantaran dijanjikan lapak di blok F Pasar Atas dan lapak – lapak yang di blok F tersebut diberikan secara gratis alias cuma-cuma.

“Kami disuruh nempati blok F tanpa membayar uang sepeser pun sebagai ganti lapak kami yang dibongkar,” bebernya.

Dilanjutkannya, sesuai kesepakatan di DPRD OKU, pembongkaran dilaksanakan setelah pedagang mendapatkan lapak-lapak di blok F. “Nyatanya, kami belum mendapatkan kepastian mendapatkan lapak-lapak di blok F, namun sudah dilakukan pembongkaran,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, sekitar 72 pedagang yang lapaknya dibongkar, tidak mungkin menempati lapak-lapak di Blok F. Pasalnya, lapak-lapak di blok F tersebut sudah ada pemiliknya.

Kalu cak itu ceritonyo, pacak terjadi keributan sesama pedagang. Karno, kami merasa dijanjikan menempati lapak di blok F, sementaro pemilik lapak di blok F merasa itu punyo dio. Karno satu sama lain mempertahankan haknyo, ujung – ujungnyo (bakal) terjadi keributan,” terangnya.

Selain itu, dirinya meminta pembongkaran lapak – lapak jangan pilih kasih. “Demi Allah SWT demi Rasullullah, tadi di DPRD ku sampaikan, kami ikhlas lapak kami dibongkar, asalkan lapak punyo Bulmi jugo dibongkar,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, dikatakan mereka ada sekitar 58 lapak permanen yang dibeli dari pihak pasar, “Kami beli bayar lapak ini,” ucapnya.

Kepala Unit Pasar Atas, Bulmi, belum dapat dikonfirmasi. Pasalnya, di lokasi pembongkaran lapak, Bulmi tidak kelihatan. Begitu juga dikonfirmasi via seluler, panggilan dialihkan. (Wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts