Tawuran Antar-Genk Pecah di Jalan Noerdin Pandji, 1 Orang Meninggal, 6 Tersangka Diringkus

Sabtu, 8 Juli 2017
Keenam pelaku tawuran yang menyebabkan satu orang meninggal dunia diamankan di Polresta Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Tawuran antar-genk kembali pecah. Teranyar, aksi tawuran yang dilakukan sejumlah genk dari Kebun Sayur dengan genk supporter sepakbola terjadi di Jalan Noerdin Pandji, Lorong Perjuangan, Sabtu (1/7/2017) lalu, sekitar pukul 23.30.

Akibat peristiwa berdarah ini, satu korban meninggal dunia dan enam tersangka berhasil diringkus Unit Ranmor Polresta Palembang.

Read More

Keenam tersangka adalah DN (17), siswa SMP swasta, Aldo (16) tinggal di Km 5, Parman, warga Jalan Soekarno Hatta, Okta, warga  KM 5, dan Rian yang juga tinggal di KM 5, dan Aldo (18) yang tinggal di Sukawinatan.

 

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB melakukan gelar perkara kasus tawuran antar-genk di halaman Mapolresta Palembang.

 

Kasus ini terungkap setelah Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB melakukan gelar perkara Jumat (7/7) sore di halaman Mapolresta Palembang.

“Dia sudah menginjak-injak baju supporter kami Pak,” ujar DN (17), salah seorang pelaku penusukan.

Remaja yang mengaku masih bersekolah di SMP Gajah Mada itu mengaku tak terima karena baju supporter nya diinjak-injak dan diupload ke facebook milik mereka. “Ramai nian yang komen karena dimasuk ke grup facebook mereka Pak,” ujarnya.

Lantaran itu, genk-nya pun mengajak genk Kebun Sayur untuk ketemuan di Jalan Noerdin Pandji.

“Kami tawuran di sana Pak. Tugas aku yang babit (melempar) samo nusuk dio pakai lading (pisau),” akunya.

Karena kondisi ramai dan gelap, dirinya pun mengaku tak terlalu ingat apakah korban merintih kesakitan. “Budak tu dak pulo ku pasati nian Pak,” sambungnya.

Sedangkan tersangka lainnya, Aldo (18) yang tinggal di Sukawinatan itu mengaku dirinya merupakan genk dari pihak korban.

Dia mengaku, yang ngajak janjian tawuran merupakan genk lainnya. “Kami rame-rame Pak, tapi ada yang kabur,” jelasnya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB mengaku sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap pelaku lainnya.

Di antara enam tersangka, menurut Kapolresta, dua di antaranya masih sekolah di SMP Gajah Madah.

Kanit Ranmor Polresta Palembang, AKP Mardanus menyebut korban tawuran tersebut masih sekolah kelas 2 SMA dan meninggal di rumah sakit.

“Pelaku lebih dari 20-an orang. Otak aksi tawuran tersangka yang terpaksa kita lumpuhkan kakinya,” ujar dia seraya menyebut pihaknya masih mencari pelaku lain.

Mereka ini, sambungnya. menganiaya korban dengan cara menembakkan percon dan memukulnya dengan kayu dan sajam.

“Korban naik motor, ditembak dengan percon tembakan sehingga terjatuh dan langsung dikapak (ditebas) di leher sebelah kanan dan dibelakang juga ditemukan banyak tusukan,” imbuhnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts