Jakarta, sumselupdate.com – Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengemukakan, kesenjangan sosial merupakan ancaman nyata dan terbesar bangsa saat ini. Jika tidak teratasi dengan baik, kesenjangan itu akan mengancam keutuhan republik ini.
“Kesenjangan itu ancaman nyata kita saat ini. Saya mengajak kita semua untuk melawan kesenjangan itu,” kata Zulkifli saat membuka Rakernas PAN di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Minggu (29/5).
Zulkifli pun mengungkap sejumlah contoh riil kesenjangan sosial di tengah masyarakat, hasil perjalanannya ke sejumlah daerah di tanah air. Di Banten misalnya, ada seorang ibu yang bekerja sebagai petani. Penghasilannya, sebut dia, tidak pasti dalam sehari atau sebulan karena yang dikerjakan bukan sawah sendiri tetapi sawah dari orang kota.
Kemudian di daerah Jawa Tengah, dia sempat makan bersama dengan tukang becak. Saat ditanya dua sopir becak yang bersamanya, penghasilannya tidak pasti. Kadang bisa dapat penghasilan sekitar Rp 50.000 per hari. Tetapi kadang juga tidak mendapat penghasilan apa-apa.
Ketua MPR ini pun melihat kesenjangan kemajuan kota di pulau Jawa dan di luar Jawa. Di daerah Jawa, sebutnya, sebuah kota kemajuannya sangat luar biasa. Semua yang dibutuhkan masyarakat ada. Sebaliknya, di luar Jawa seperti Indonesia bagian Timur, kehidupan kota tidak lebih seperti kampung di pulau Jawa.
“Ini contoh kesenjangan-kesenjangan yang ada. Bayangkan saya mendapat angkanya bahwa hanya 1 persen masyarakat kita, bisa menguasai 50 persen kekayaan di bangsa ini. Ini bahaya bagi kita semua,” tutur Zulkifli.
Karenanya, dia meminta seluruh anak bangsa untuk bersama-sama mengatasi kesenjangan yang ada. Kepada kader PAN, terutama yang berada di pemerintahan dan legislatif, pintanya, agar berjuang mengatasi kesenjangan tersebut. (shn)











