Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 20 orang diduga preman yang sering meresahkan pengunjung Pasar 16 Ilir Palembang, terutama menjelang hari raya Idul Fitri diamankan aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Senin (12/6/2017).
Selanjutnya kedua puluh pria yang tubuhnya banyak tato ini digiring ke Mapolda Sumsel, setibanya di Mapolda Sumsel, satu per satu preman yang semuanya bertato itu berbaris di samping halaman. Setelah didata, mereka diberikan hukuman peringatan.
Dengan bertelanjang dada, mereka disuruh tidur terlentang di bawah terik. Para preman itu diberikan kesempatan untuk introspeksi diri sambil melihat matahari sambil tiduran. Sanksi itu diberikan selama dua menit.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo mengungkapkan, razia dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat terutama menjelang lebaran. Karena pusat perbelanjaan rentan terjadi aksi kejahatan.
“Hari ini kami fokus melakukan razia di kawasan Pasar 16 Ilir, ada 20 preman pasar yang diamankan. Mereka diduga melakukan gangguan Kamtibmas,” ujar Prasetijo.
Ditambahkan Prasetijo, razia ini akan terus digelar diseluruh wilayah Sumsel hingga Ramadan berakhir. Bagi preman yang tertangkap akan didata dan diberikan sanksi pidana jika terbukti melakukan tindakan kriminal.
“Kita sengaja kasih sanksi melihat matahari sambil tiduran, biar mereka sadar dengan perilaku mereka sendiri,” tandasnya. (tra)











