Air PDAM Mampet, Warga Ancam Tak Banyar Tagihan

Senin, 12 Juni 2017

Sekayu, Sumselupdate.com – Sejumlah warga di beberapa desa dalam Kecamatan Lawang Wetan, mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih selama memasuki puasa ini, kesalnya warga mengancam tidak akan membayar untuk pembayaran rekening bulan ini.

Dampaknya  aktifitas keseharian warga untuk mandi, cuci, dan lainnya, menjadi terganggu. Akhirnya  saat ini sebagian warga secara bergantian masih bisa memanfaatkan air sumur dan air Sungai Musi.

Read More

Salah seorang warga setempat Marry warga Ulak Paceh misalnya mengatakan , mengatakan, semenjak memasuki puasa lebih air PDAM di tempatnya tidak mengalir, dapat di hitung dengan jari.

Sejak awal puasa, ayo jarang ngalir (mati) ke rumah-rumah warga, kami merasa kesulitan untuk mendapatkan air tersebut, bahkan warga mandi memanfaatkan air sungai musi dan sumur,” kata Marry menggunakan bahasa daerah setempat kepada sumselupdate.com, Senin (12/6/2017).

Tempat terpisah yakni  Ria, warga kelurahan Keluang, Kecamatan Keluang mengalami hal yang sama, Bahkan di Kel. Keluang air PDAM hanya hidup seminggu sekali. “Di tempat kami seminggu sekali hidup air PDAM nya, untuk memenuhi kebutuhan, kami menggunakan air sumur dengan cara derek, sebagai konsumen jelas kami merasa kecewa,” ujarnya.

Sementara itu dalam Kota Sekayu sendiri, seperti di Perumahan Griya Bukit Agung Sejahtera, jadwal semestinya rutin. Mengalami hal yang sama, tapi bedanya dengan daerah lain, di komplek ini tetap ngalir tetapi tidak kencang / deras. Terkadang tidak hidup sama sekali dari jadwal yang rutin.

Seperti yang disampaikan Suh, bahwa malam kemarin tidak tidak mendapatkan air. “Malam kemarin sampai begadang nunggu air tetap tidak ngalir, meski ngalir tapi kecil,’’ ucapnya.

Suh, mendesak agar PDAM segera mengambil langkah-langkah cepat, karena air merupakan kebutuhan utama bagi warga.

Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Randik Sekayu, melalui Kasubag Umum dan Keuangan, Makmur, ST menanggapi beberapa keluhan warga menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan suatu hal yang di sengaja, tetapi hal tersebut ketergantungan dengan PLN.

“Kami sudah mengetahui itu, yang jelas pasti pelangggan kesal. Tapi mau apalagi, karena kita ketergantungan dengan PLN. Satu jam saja PLN mati, pengaruhnya satu hari,’’ jelasnya saat dihubungi sumselupdate.com.

Terkait ancaman warga tidak akan membayar tagihan penggunaan air, dia menjelaskan bahwa air dipakai atau tidak pasti masih dikenakan sewa pelanggan. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts