Palembang, Sumselupdate.com – Dua pekan lebih sudah penemuan mayat Chatrina Widjawati alias Wiwit (30), tak kunjung menemui titik terang. Kali ini, petugas penyidik mengambil sampel Deoxyribose Nucleid Acid (DNA) milik Paulus Slamet (59) dan Warni (50), orangtua kandungnya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Palembang, Senin (29/5/2017).
Slamet mengatakan, kedatangan dirinya dan sang istri ke Palembang guna permintaan penyidik untuk mencocokkan adanya bercak darah yang berada di bagian dalam mobil Toyota Inova BG 1719 JA, yang sengaja dirental Asworo bersama Wiwit sebelum korban ditemukan warga tanpa nyawa, di lorong Jalan Sungai Sedapat RT 41/8 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, 11 Mei lalu, sekitar pukul 09.00 WIB.
“Iya, kemarin dihubungi sama penyidik, katanya suruh tes DNA, menyesuaikan dengan darah yang ada di dalam mobil yang di pakai Asworo. Tadi saya cuman cek darah aja, tapi hasilnya belum tau,” katanya, usai pengambilan sampel darah di RS Bhayangkara Palembang.
Ia menjelaskan, kedatangan ke Palembang pada Kamis (25/5) lalu, selain untuk melakukan tes darah juga pihaknya bertemu langsung dengan Kapolda guna menanyakan kelanjutan kasusnya sudah sampai mana. Karena adanya temuan bukti baru ini, penyidik meminta untuk tes DNA.
“Ya, sudah dilakukan pengambilan sampel darah. Hasilnya nanti akan dikirim ke Jakarta, kita belum tahu kapan hasilnya akan keluar,” kata Slamet.
Meski pihak kepolisian belum menetapkan tersangka terkait pelaku yang menghabisi nyawa Chatrina, tapi Slamet menduga kalau pembunuh anaknya itu adalah Asworo. Sebab, terduga adalah orang yang terakhir kali bertemu dengan Wiwit, sebelum keduanya berencana pergi ke Yogyakarta untuk persiapan pernikahan.
“Kita harap Asworo ini cepat tertangkap,” ucapnya.
Ia menambahkan, tidak hanya itu, hari ini pun dirinya akan langsung bertolak ke Prabumulih tempat Chatarina tinggal untuk mengambil beberapa pakaian milik Chatarina yang juga akan dilakukan pencocokan.
Sementara Warni, ibunda Wiwit menambahkan kalau pihak keluarga pun sudah berusaha melacak keberadaan Asworo. Termasuk pergi ke rumah orangtua Asworo di Blitar, Jawa Timur, tapi hasilnya nihil karena Asworo disebut sudah lama tidak pulang kampung.
“Kita harap mudah-mudahan cepat terungkap siapa yang membunuh Wiwit,” pungkasnya. (tra)











