Palembang, Sumselupdate.com – Panitia pelaksana (Panpel) lokal Gojek Traveloka Liga 1 berencana menggelar sweeping kepada penjual asongan biasa berjualan di dalam lingkungan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ).
Hal itu dilakukan agar laga home Sriwijaya FC (SFC) versus Barito Putera pada Sabtu (13/5/2017), sekitar pukul 14.00, berjalan kondusif.
“Tidak ada pelarangan kepada asongan untuk berjualan. Karena tidak mungkin kita memutuskan nafkah seseorang. Tapi kita lebih mengetatkan lagi agar asongan tidak menjual minuman masih menggunakan botol kemasan,” kata Sekretaris Panitia Lokal, Faisal Mursyid, Kamis (11/5/2017).
Dilanjutkannya, dia berencana melakukan perketat pintu masuk untuk para pedagang asongan.
Teknik para panpel dan penjaga pintu masuk akan melakukan razia kepada asongan dengan mengganti botol kemasan ke dalam plastik.
“Itulah yang akan mereka jual ke penonton sudah tidak ada lagi botol kemasan,” ujar Faisal.
Selanjutnya proses sweeping akan dilakukan panpel di dalam stadion.
Apabila ada pedagang menjual minuman masih dalam bentuk botol kemasan akan tertibkan dengan cara mengganti botol ke plastik.
“Pastinya akan kita perketat agar pertandingan laga home berjalan sesuai koridornya. Maksudnya kami akan lebih konsentrasi lagi kedepan untuk kebaikan pertandingan kandang,” ungkapnya
Sebelumnya, pelajaran ini didapatkan panpel dikarenakan adanya pedagang asongan yang nakal.
Lantaran ada beberapa botol minuman yang berhasil diloloskan para asongan sehingga adanya beberapa insiden di laga home sebelumnya.
Sekilas jalannya laga home ketika itu SFC meladeni tim tamu Bhayangkara FC di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Rabu (3/5) malam.
Diduga karena tidak adilnya pemimpin lapangan hijau atau wasit menyebabkan SFC kalah dengan skor 1-0 di pekan ke empat Gojek Traveloka Liga 1
Dua gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Evan Dimas menit ke-27 dan Thiago Furtuoso menit ke-76.
Sedangkan Laskar Wong Kito satu gol disumbangkan Alberto Goncalves pada menit ke-62.
Atas kekalahan itu laga sempat berjalan tidak kondusif karena wasit Jumadi Effendi dinilai berat sebelah saat menjalankan tugasnya.
Bahkan bentrok antar-suporter kedua tim SFC dan Bhayangkara FC pecah dimulai dari tribun selatan dihuni Singa Mania.
Lalu dilanjutkan tribun timur di tempati Ultras Palembang.
Beruntung panpel berhasil meredahkan keributan melalui imbauan dengan pengeras suara.
Bentrok itu buah pancingan dari suporter umum atau penonton yang melempari botol dari tribun barat atas menggunakan botol plastik.
“Makanya kita antisipasi agar kejadian yang tidak seharusnya terjadi itu terulang lagi,” pungkasnya. (tra)











