Kayuagung, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin menyebutkan keberhasilan Sumsel dan pemerintah pusat dibantu pemerintah daerah, merestorasi lahan gambut menjadi sebuah lahan yang produktif sudah cukup membuka mata dunia.
Di hadapan peserta The 1st Asia Bonn Challenge di Sepucuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Alex mengatakan, untuk merestorasi lahan gambut yang sudah rusak akibat terbakar, tentu bukan hal yang mudah.
Butuh waktu belasan tahun, oleh karenanya perlu diapresiasi agar ini terus bisa dikembangkan di lokasi yang lebih luas lagi sesuai yang ditargetkan bersama.
“Inilah manfaat yang bisa dipetik dari kunjungan langsung ke Pulau Sepucuk Kabupaten OKI, para peserta Bonn Challenge bisa lihat hasil proyek percontohan yang sudah drestorasi oleh pemerintah pasca-terbakar pada tahun 2006 lalu,” jelas Alex di sela acara kunjungan ke Pulau Sepucuk, Selasa (9/5/2017).
Menurutnya, perlu disykuri setelah memekan waktu cukup lama, akhirnya pemerintah bisa menemukan metode bercocok tanam di lahan yang sudah terbakar dan tidak termanfaatkan.
Lebih lanjut Alex menambahkan Bonn Challenge pertama kali diprakarsai oleh adanya pertemuan Menteri Lingkungan Hidup dengan International Union for Conservation Nature (lucN) di tahun 2011 di Kota Bonn Jerman.
Di mana di momen itu ditargetkan akan merestorasi hutan dunia pada tahun 2020 sebanyak 150 juta hektar selaras dengan Deklarasi New York 2014 tentang hutan.
“Untuk Bonn Challenge di Sumsel sasarannya adalah restorasi, yang kemudian diharapkan mampu mengurangi pemanasan global akibat efek gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim dunia,” tutupnya. (adi)











