Gerakan Aktivis Anti Korupsi Sumsel Minta Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Ditangkap

Senin, 17 April 2017
Aksi Gerakan Aktivis Anti Korupsi Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Gerakan aktivis anti korupsi Sumsel menggelar aksi damai di Bundaran Air Mancur (BAM) depan Masjid Agung Palembang untuk memberikan dukungan terhadap penyidik KPK yang saat ini sedang mengusut kasus E-KTP dan diduga melibatkan orang-orang besar, Senin (17/4/2017).

Dalam aksinya ini, para aktivis juga memberikan kepada pengendara yang lewat sebagai bentuk solidaritas terhadap penyerangan ke penyidik KPK Novel Baswedan dan bentuk dukungan terhadap KPK dalam menangani kasus megakorupsi E-KTP.

Read More

Memang, tujuan dilakukan aksi damai ini selain memberikan dukungan untuk KPK, para aktivis anti korupsi ini pula memberikan dukungan kepada penyidik KPK Novel Baswedan yang mengalami luka karena disiram dengan air keras.

Para aktivis anti korupsi ini menilai, penyiraman air keras ini sebagai bentuk ancaman kepada penyidik KPK agar tidak melakukan penyidikan terhadap kasus megakorupsi E-KTP.

“Kami minta Kapolri Jenderal Tito Karnavian, agar pelaku sesegera ditangkap. Tidak hanya pelaku, tapi juga dalang penyiraman air keras ikut ditangkap. Kami yakin, ini berkaitan dengan kasus korupsi E-KTP yang saat ini sedang disidik KPK,” ujar salah seorang aktivis Feriyandi SH.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan diantaranya, lawan setiap upaya menghalang-halangi dan upaya pembungkaman terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia oleh para penjahat korupsi (Koruptor).

Menyatakan mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi oleh KPK guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang unggul dan sejahtera. Kemudian, mendesak kepala kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengungkap dalang dibalik tindakan terhadap Novel Baswedan.

Penyiraman yang dilakukan pelaku terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, diduga didalangi orang-orang yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi E-KTP. Sehingga, para aktivis menilai dengan dilakukannya kriminalisasi kepada penyidik KPK dapat membuat KPK menghentikan penyelidikan kasus ini.

“Kalau penyidik saja bisa dikriminalisasikan seperti itu, bagaimana dengan para aktivis. Bisa-bisa dibunuh mereka, sehingga kami berharap agar Kapolri secepat mungkin menangkap pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dan menangkap dalang utama yang memerintahkan untuk menyiram air keras tersebut,” kata Bambang.

Usai membagikan bunga dan selebaran sebagai bentuk dukungan kepada KPK dan Novel Baswedan, para aktivis membubarkan diri dengan tertib. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts