Tidak Ada TPA, Sampah Banyak Dibuang di Pinggir Jalan

Rabu, 8 Maret 2017
Tampak tumpukan sampah di sepanjang jalan

PALI, Sumselupdate.com – Akibat tidak adanya tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di wilayah Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI, memaksa warga sekitar membuang sampahnya ke pinggir jalan di ujung desa tersebut. Akibatnya, selain tak enak dipandang mata, bau tak sedap pun mengganggu penciuman ketika melintas di sekitar tumpukan sampah tersebut.

Yunus, Kepala desa Tempirai Timur, mengungkapkan bahwa keadaan seperti itu sudah sejak lama. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya TPA di wilayah desa tersebut.

Read More

“Yang membuang sampah ke sini bukan hanya warga desa Tempirai Timur saja, melainkan empat desa yang berada di sekitar, juga membuang sampahnya ke wilayah desa kami, yakni desa Tempirai Induk, Tempirai Barat, Tempirai Selatan dan Tempirai Utara. Kendalanya sama, tidak ada TPA,” ungkap Yunus Rabu (7/3/2017).

Dirinya juga menambahkan, ke depan pihaknya akan menyediakan lahan untuk TPA, namun khusus di Desa Tempirai Timur saja.

Tetapi sebelumnya dikatakan Yunus bahwa bakal dibangunkan tanggul selebar 10 x 10 meter dengan ketinggian 4 meter, mengingat lahan desa yang bakal dijadikan TPA sering kena banjir apabila musim penghujan.

“Mungkin kita akan bangun TPA menggunakan Dana Desa (DD) untuk mengatasi masalah tersebut, dan masyarakat telah setuju dengan dituangkan pada berita acara rapat desa yang digelar beberapa waktu lalu. Selanjutnya kami juga minta ke Pemkab PALI untuk membantu kendaraan pengangkut sampah,” pintanya.

Sama halnya yang dikatakan Dedi Handayani, kepala desa persiapan Tempirai Barat, bahwa sebenarnya sudah ada lahan masyarakat yang meminta untuk dibeli yang luasnya bisa menampung sampah satu kecamatan Penukal Utara.

“Lahan tersebut akan kami beli, letaknya berada di pinggir jalan milik PT Golden Speak, perusahaan Migas yang beroperasi di desa kami. Hanya saja kami minta kepada perusahaan, baik PT Golden Speak maupun PT Medco untuk membantu memperbaiki akses jalan menuju lahan yang bakal dipergunakan untuk TPA,” katanya.

Diakuinya, dampak yang ditimbulkan akibat membuang sampah di pinggir jalan ujung desa Tempirai Timur sudah dirasakan masyarakat.

“Pembuangan sampah saat ini dekat sungai tempat pemandian masyarakat, dan saat ini sampah tersebut mengapung akibat banjir disekitar pembuangan sampah. Gatal-gatal sering dikeluhkan warga usai mandi di sungai,dan warga juga sering temukan ikan-ikan yang korengan, menunjukan bahwa saya sampah tersebut telah mencemari lingkungan,” bebernya. (adj) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts