Baturaja, Sumselupdate.com – Dari 10.000 ekor populasi anjing di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ternyata sampai sekarang baru 60 persen yang bisa diberi vaksin rabies oleh instansi terkait. Sementara sisanya belum tersentuh sama sekali.
Kabid Peternakan dan Keswan di Dinas Pertanian OKU, Ir Susi Meyliati, kepada wartawan, Senin (23/01/2017), menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi kendala bagi instansinya untuk memberikan vaksin rabies bagi seluruh popolasi hewan mamalia tersebut.
Faktor pertama adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat dari memberikan vaksin rabies kepada anjing peliharaannya, khususnya bagi petani yang tinggal di pedesaan. “Mereka cenderung menolak untuk divaksin, karena takut anjingnya tidak sangar lagi,” sesal Susi.
Selain itu lanjut dia, keterbatasan anggaran juga menjadi faktor penghambat bagi Dinas Pertanian untuk secara maksimal memberikan vaksin rabies bagi seluruh populasi anjing di OKU.
“2016 lalu kita cuma bisa memberi vaksin rabies bagi 1.500 ekor anjing, di 2017 bertambah menjadi 1.700 ekor. Jadi sedikit sekali yang bisa divaksin, padahal harusnya dengan populasi mencapai 10.000 ekor minimal setahun kita memvaksin 2.500-3.000 ekor anjing,” tegasnya.
Ironisnya lagi lanjut dr Susi, selama tiga tahun ini, yakni sejak 2015-2017 pihaknya tidak bisa melakukan eliminasi atau membunuh anjing rabies di OKU. Pasalnya, banyak sekali LSM pemerhati hewan yang menolak mentah-mentah program itu, karena dianggap tidak berbelas kasih kepada hewan.
“Jadi selama dua tahun terakhir kita coba mengebiri anjing rabies agar populasinya tidak bertambah dengan menggunakan alat sejenis tulup yang didapat dari bantuan pusat. Sayang program ini tidak efektif, karena petugas kita di lapangan banyak yang tidak bisa menggunakannya,” sesalnya.
Oleh sebab itu kata dia, pihaknya pada 2017 ini akan kembali menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang betapa berbahayanya penyakit rabies yang diderita seekor anjing. Sebab kalau ada manusia yang digigit anjing rabies, maka bisa dipastikan akan mengalami kematian.
“Tahun ini anggarannya terbatas, jadi kita fokus sosialisasi dulu, serta memberikan vaksin kepada 1.700 anjing di OKU. Sementara untuk program eliminasi anjing rabies kemungkinan akan kita galakkan lagi pada 2018 mendatang,” pungkasnya. (wid)











