Muaraenim, Sumselupdate.com –Sungguh tragis akhir hidup keluarga M Pawi. Bermaksud hendak mengetam (panen) padi di Talang Jernihan, Desa Bangun Sari, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, justru maut menjemput.
Keluarga Pawi yang terdiri dari delapan orang itu justru disambar petir, Minggu (17/4), sekitar pukul 07.30, saat berkumpul di dalam pondok beratapkan daun tepas. Dari peristiwa naas itu hanya satu orang selamat dari maut.
Ketujuh korban yang tewas disambar petir adalah M Pawi Bin Rusnani (60), warga Talang Jernihan, Desa Bangun Sari, Sudomo Bin M Pawi (36), Hendro Saputra Bin M Pawi (34), Susili Binti M Pawi (40), Dunan Bin Sudomo (8), Darius Bin M Pawi (45), dan Pekin Binti Darius (8).
Sedangkan satu orang yang ikut berada di pondok yang selamat bernama Asmiliyani (30). Dia yang meminta pertolongan kepada tetangga, warga, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang.
Tak hanya keluarga Pawi tersambar petir, empat korban yang saat kejadian juga berada di pondok, yang juga bagian keluarga M Pawi, mengalami luka bakar serius dilarikan ke rumah sakit Bunda Prabumulih untuk dilakukan perawatan.
Keempat korban itu Rusnani Binti Cik Kus (60), Rili (30), Candra Bin Supriyanto (35), dan Abek Bin Lukman (10).
Data dari kepolisian, mulai subuh keluarga besar M Pawi ini sudah berangkat ke kebun di persawahan Talang Jernihan, karena hari itu sudah direncanakan akan dilakukan gotong royong panen padi hasil sawah M Pawi.
Namun saat tiba di persawahan, kehadiran keluarga Pawi ini disambut hujan yang sangat deras, sehingga seluruh keluarga berteduh di pondok yang beratap daun tepas untuk menunggu hujan reda.
Namun malang tak dapat ditolak, saat sedang menunggu hujan reda, tiba-tiba pondok yang dibuat sederhana tersebut dihantam petir, hingga salah satu tiangnya hancur berkeping-keping.
Tak pelak, 12 penghuni pondok tersebut terkena sambaran petir. Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia di dalam pondok, sedangkan empat orang mengalami luka berat, satu orang berhasil selamat dari amukan petir tersebut.
Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kabag Ops Kompol Andi Kumara didampingi Kasubag Humasnya Iptu Arsyad dan Kapolsek Gunung Megang AKP Indra membenarkan kejadian tersebut.
Menurut dia, setelah mendapatkan laporan peristiwa tersebut, anggota Polsek langsung melakukan pemeriksaan TKP dan mengidentifikasi jenazah para korban. Dikatakannya, kejadian ini murni musibah. (lip)











