Pengeloaan Pulau oleh Asing Tetap Harus Libatkan Pekerja Lokal

Rabu, 11 Januari 2017
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dede Yusuf memberikan saran kepada pemerintah terkait rencana diizinkannya pengelolaan pulau oleh asing. Menurutnya, rencana tersebut harus menjadi pemikiran bersama.

Sebab hal ini bukan hanya bukan sekadar mengelola, atau mendatangkan uang belaka. Namun juga yang harus dipikirkan adalah konteks kedaulatan, konservasinya, lingkungannya, serta pengawasannya.

“Terkait pengelolaan pulau oleh asing pesan saya sesuai dengan pasal 33 ayat 3 yaitu ‘bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ungkap mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, belum lama ini seperti dikutip dari laman Republika.co.id.

Dede Yusuf menambahkan,sebenarnya tidak masalah apabila pulau dikelola oleh asing tapi dengan catatan. Di antaranya, pengelola tidak boleh murni 100 persen asing, tapi harus ada melibatkan warga negara Indonesia. Terus juga harus menjadi bagian dari sistem pemerintah di dekat lokasi tersebut. Maka fungsi pengawasan pun hadir dalam  pengelolaan tersebut.

“Pengelolaan pulau itu juga harus memberikan kesempatan kerja kepada pekerja lokal. Jangan sampai asing masuk situ, dia kuasai pengelolaan dan dimasukin pekerja asing, jadi tetap konteksnya adalah kedaulatan dan juga pengawasan,” tambahnya.

Lanjut Dede Yusuf, sebenarnya di luar negeri juga terdapat pulau-pulau tak berpenghuni seperti di Indonesia. Namun pulau-pulau itu berada di daerah miskin pengawasan. Sehingga pulau tersebut bebas dijadikan apa pulau tersebut memproduksi narkoba dan itu tidak terdeteksi karena jauh di di tengah laut. Apalagi pulau tak berpenghuni di Indonesia jauh dari kontrol masyarakat, jauh dari kontrol Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kalau oleh asing pulau itu dijadikan resort untuk membebaskan dari norma-norma Pancasila, siapa yang bertanggung jawab. Ini bukan sekadar mencari keuntungan devisa dari pulau-pulau tersebut,” ungkapnya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts