Palembang, Sumselupdate.com-Dalam rapat evaluasi kondisi inflasi Sumsel November-Desember 2016, tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel diminta untuk dapat memperkuat pengendalian inflasi 2017 mendatang.
“2016 ini merupakan tahun strategis, karena pembangunan besar besaran berlangsung di Sumsel. Serta evaluasi yang dibahas hari ini adalah bagaimana memperkuat pengendalian inflasi di 2017, diantaranya memasukkan Dinas Koperasi ke dalam TPID Sumsel,” kata Plt Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa.
Dalam rapat yang digelar di Hotel Arista Palembang, Rabu (28/12/2016) tersebut, Joko menuturkan TPID memiliki peran strategis di sebuah wilayah dalam mengukur kondisi perekonomian, khususnya melalui inflasi.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cabang Palembang Hamid Ponco Wibowo memaparkan bahwa inflasi Sumsel di November 2016 mencapai 4,14 persen (yoy) atau lebih rendah dibanding Oktober sebesar 4,22 persen (yoy).
“Berbagai upaya pengendalian terus dilakukan agar 2016 ini inflasi mendekati target nasional,” katanya.
Ia menambahkan, secara komulatif, Sumsel mengalami inflasi sebesar 2,95 persen (ytd), berada di peringkat tiga terendah di antara 10 Provinsi di wilayah Sumatera dan lebih tinggi dari inflasi kumulatif nasional (2,59 persen).
“Berdasarkan survei pemantauan harga Bank Indonesia minggu ke III Desember 2016, diperkirakan, Sumsel akan mengalami inflasi sebesar 0,26 persen (mtm), 3,26 persen (ytd), dan 3,26 persen (yoy),” katanya.
Menurutnya, TPID Sumsel telah melakukan serangkaian kegiatan pengendalian inflasi di 2016, mulai dari rapat awal tahun, penyusunan roadmap, capacity building, roadshow ke kabupaten/kota.
Kemudian mengadakan kegiatan pasar murah, pengembangan iklan layanan masyarakat, operasi pasar, warung sembako, pasar penyeimbang, toko tani, pengembangan pusat Informasi harga pangan strategis serta kegiatan evaluasi secara rutin.
“Berbagai prestasi juga sudah diraih TPID Sumsel, diantaranya menjadi nominasi TPID terbaik di Sumatera 2015 dan berhasil meredam tekanan inflasi Juli 2016 dengan serangkaian kegiatan pengendalian,” paparnya. (ery)











