9 Hal Tradisi Unik Dilakukan Masyarakat Pagaralam saat Lebaran

Pagaralam, Sumselupdate.com – Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim. Ada beberapa kegiatan yang sudah menjadi tradisi lebaran bagi masyarakat Indonesia termasuk Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan yang lebih sering diucapkan Kota Besemah.

Tradisi ini bahkan sudah dinanti-nantikan. Berikut 9 tradisi Lebaran masyarakat Kota Pagaralam:

Bacaan Lainnya

1. Silaturahmi

Masyarakat Indonesia kerap melakukan silaturahmi atau halal bi halal. Halal bi halal adalah istilah saling mengunjungi teman, tetangga, dan sanak saudara untuk saling bermaaf-maafan.

2. Bedug Lebaran

Biasanya masyarakat akan menabuh bedug sebagai ungkapan kebahagiaan dengan berjalan kaki. Tabuhan bedug ini dilakukan dengan keliling kampung atau kompleks. Lantunan takbir menambah indah momen bedug. Bedug dimulai dari malam takbiran hingga sebelum sholat Idul Fitri.

Namun kini, bersilaturahmi atau halal bi halal tidak harus bertatap muka. Masyarakat bisa menggunakan telepon, video, dan media sosial untuk bermaaf-maafan.

3. Mudik

Mudik merupakan tradisi lebaran masyarakat Indonesia yang selalu dilakukan. Meskipun tarif transportasi mahal atau menempuh perjalanan dengan macet berjam-jam, masyarakat tetap saja mudik ke kampung halaman.

Saat mudik biasanya Jakarta akan sepi. Pemudik pulang ke kampung halaman di sekitar Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, bahkan Sulawesi.

Di kampung halaman, pemudik dapat bermaaf-maafan dengan orangtua, saudara, dan teman kecil. Selain itu, momen mudik dimanfaatkan untuk berwisata.

4. Bikin Ketupat

Ketupat merupakan menu wajib saat lebaran tiba. Ketupat berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda atau janur.

Makanan ini disajikan dengan opor ayam, rendang daging, semur, dan sayur. Jangan lupa menambahkan kerupuk pada ketupat.

5. Kue Lebaran

Kue Lebaran merupakan menu yang selalu turun-menurun dilakukan. Kue khasnya yakni kastangel, nastar, putri salju, kacang goreng, kue kacang, kue lidah kucing, dan kue kering lainnya.

Masyarakat bisa membuat sendiri kue tersebut atau membelinya di toko-toko. Kue lebaran bisa menjadi penganan saat bersilaturahmi ke sanak saudara.

6. THR

Nah, tradisi lebaran yang satu ini paling ditunggu-tunggu. Ya, THR atau Tunjangan Hari Raya. THR dibagikan kepada anak-anak kecil. Untuk karyawan atau pegawai negeri sipil juga mendapat THR.

7. Baju Lebaran

Tradisi disimbolkan sebagai hari yang fitri. Rasullah menyarankan umat Muslim untuk mengenakan baju terbaik saat Lebaran.

Masyarakat Indonesia kerap membeli baju lebaran di hari yang suci tersebut. Namun kalau uang terbatas dan baju masih bagus, tidak mengapa mengenakan pakaian yang lama.

8. Ziarah Makam

Usai sholat Idul Fitri, warga akan berbondong-bondong berziarah ke makam orangtua. Hal ini sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

9. Wisata

Pemerintah biasanya menetapkan libur lebaran dengan waktu yang panjang. Waktu itu dimanfaatkan masyarakat untuk wisata. Tradisi ini membuat tempat-tempat wisata penuh.

Tradisi lebaran masyarakat Indonesia yang terakhir yakni mengirimkan parcel. Parcel dikirim ke rekan bisnis dan kerabat. Hal ini demi menjalin tali silaturahmi. Isi parcel biasanya makanan, minuman, atau barang pecah-belah. (ric)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.