7 Bulan Buron, Tiga Pelaku Begal di Depan JM Sukarami Diringkus Unit IV Jatanras Polda Sumsel

Ketiga pelaku saat diamankan

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Toga pemuda pelaku begal yakni Ahmad Sirofi alias Kakek (21), Akbar Bagaskara (19) dan AM alias Godek (19) berhasil diringkus.

Bacaan Lainnya

Pelaku begal di Jalan Kol H Barlian, Kecamatan Sukarami Palembang, November 2020 silam ini membuat salah satu korbannya koma dan dirawat di RS Muhammad Husein.

Pelaku Ahmad Sirofi, mengatakan, selama pencarian Polisi, dirinya bersama ketiga temannya sengaja berpindah-pindah kota satu tahun belakangan.

“Awalnya saya ke Linggau, terus Jambi, Lampung, Jakarta dan balik lagi ke Palembang karena saya pikir sudah aman. Tapi rupanya masih ditangkap,” ujar warga Silaberanti Palembang tersebut saat ditemui di Jatanras Polda Sumsel, Kamis (3/6/2021).

Dikatakannya aksi yang mereka lakukan tesebut ternyata berempat. Karena salah satu pelaku Dicky Chandra (21) sudah lebih dulu ditangkap unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Keempatnya diamankan petugas di Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu 1, Hari ini pukul 16.00wib saat sedang berkumpul.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui penyebab keempat pelaku melakukan aksi begal tersebut bukanlah alasan pelaku melukai korbannya. Namun belakangan diketahui dari ketersinggungan akibat saling senggol ketika di tempat hiburan malam.

“Awalnya kami cek-cok di Kampung Baru (eks-lokalisasi) dan terus berlanjut sampai keluar tempat itu. Terus dipisahkan orang. Tapi rupanya mereka (para korban) sudah nunggu kami di luar,” kata Ahmad Sirofi.

Karena emosi para tersangka kembali tersulut setelah rekan mereka, Dicky Chandra (tersangka kasus serupa) tiba-tiba dipukul salah seorang korban ketika sedang duduk santai di atas motor yang di halaman parkir tempat lokalisasi tersebut.

Merasa tidak terima, mereka akhirnya melanjutkan perkelahian dan memutuskan menunggu para korban persis di depan Jalan Teratai Putih.

Disitulah keributan tak dapat dihindarkan antar dua kelompok itu. Sampai akhirnya, tersangka Dicky Chandra mengeluarkan sebilah senjata tajam berupa pedang yang langsung ia ayunkan ke tubuh para korban.

“Dicky yang bacok, tidak tahu pedangnya dari mana. Kalau saya tugasnya bawa motor. Saya cuma ikut mukul saja, tidak membacok,” ujarnya.

Kemudian Ahmad Sirofi bersama ketiga rekannya langsung kabur membawa dua sepeda motor korban. Sedangkan para korban ditinggalkan begitu saja dengan luka-luka yang mereka alami akibat perkelahian itu.

Ia mengaku dapat satu jatah sepeda motor yang selanjutnya ia jual di kawasan SP Padang seharga Rp.1,8 juta.

Dari Ahmad Sirofi hanya mendapat bagian sebesar Rp.400 ribu yang selanjutnya ia gunakan untuk biaya melarikan diri dari kejaran petugas.

“Sisa uangnya saya kasih ke Godek. Tapi untuk satu motor lagi, saya tidak tahu dijual kemana,” katanya.

Sementara itu, Akbar Bagaskara (19) yang juga turut diamankan mengatakan, tak menerima sedikitpun bagian dari hasil menjual motor rampasan dari para korban.

Warga Desa Air Batu Talang Kelapa Banyuasin itu mengaku panik setelah tahu tindak kejahatan yang dilakukannya viral di sosial media.

“Jadi saya cepat-cepat kabur ke Linggau. Terus disusul sama kakek. Selanjutnya kami kabur sama-sama ke Jambi, Lampung, Jakarta dan balik lagi ke Palembang. Tapi selama kabur, saya pakai uang sendiri. Hasil kiriman teman juga. Tidak pakai uangnya kakek,” kata pria putus sekolah ini.

Akbar juga mengakui perbuatannya yang ikut terlibat perkelahian dengan para korban.

“Saya ikut mukul, tapi tidak bacok,”katanya.

Kanit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel, AKP Nanang Supriatna mengatakan, para tersangka terancam dijerat dengan pasal 365 ayat 2 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

“Sedangkan untuk satu tersangka lagi yang masih buron, akan terus kita buru keberadaannya,” tegas Nanang.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.