EFEK samping herbal tertentu pada menstruasi seringkali tidak disadari, padahal bisa berdampak signifikan terhadap kesehatan reproduksi Kamu. Dalam upaya menjaga keseimbangan hormonal dan mengurangi gejala nyeri haid, banyak perempuan memilih solusi alami seperti jamu atau tanaman herbal. Namun, tidak semua herbal cocok untuk dikonsumsi saat menstruasi.
Artikel yang dikutip dari situs pafibontangkota.org ini mengulas secara mendalam, berdasarkan data ilmiah dari lembaga kesehatan dan universitas di Indonesia.
- Efek Tanaman Sambiloto Terhadap Siklus Menstruasi
Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antipiretik. Penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak sambiloto secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan hormonal ringan yang memengaruhi keteraturan menstruasi. Ini disebabkan oleh kandungan andrographolide yang memengaruhi hormon luteinizing dan follicle-stimulating. Oleh karena itu, Kamu perlu berhati-hati jika sedang menjalani terapi herbal sambiloto saat haid.
- Kunyit Asam, Manfaat dan Potensi Risiko
Kunyit asam adalah minuman herbal populer untuk meredakan nyeri haid. Namun, menurut studi dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, senyawa kurkumin dalam kunyit dapat meningkatkan kontraksi otot rahim secara berlebih jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Efek ini berpotensi menyebabkan nyeri hebat dan pendarahan lebih deras. Maka dari itu, pastikan konsumsi kunyit asam tidak melebihi dua gelas per hari selama menstruasi.
- Daun Sirih dan Kemungkinan Gangguan Hormonal
Meski daun sirih sering digunakan untuk menjaga kebersihan organ intim, penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bahwa konsumsi rebusan daun sirih secara rutin dapat menurunkan kadar estrogen dalam tubuh. Efek ini bisa memperpendek siklus menstruasi atau bahkan menyebabkan menstruasi tidak datang. Hal ini terjadi karena daun sirih mengandung eugenol, senyawa yang bisa menekan aktivitas hormon estrogen.











