437 Warga PALI Terkena TB Paru, Dinkes akan Ajukan Raperda KTR

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI Lydwirawan.

PALI, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten PALI akan menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai dengan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang digagas Dinas Kesehatan setempat.

“Dasarnya karena berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2018, tercatat 437 warga PALI menderita TB Paru. Dan mayoritas terjadi pada perokok aktif. Dengan tingginya penderita TB Paru tersebut, perda KTR akan sangat dibutuhkan,” kata Lydwirawan, Plt Kadinkes PALI, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa segera diterbitkannya Perda KTR bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dana Bagi Hasil (DBH) perusahaan rokok sebesar Rp4 miliar.

“Dana tersebut nantinya 37,5 persen dibantu ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sisanya baru masuk ke PAD PALI,” imbuhnya.

Pria yang kerap disapa Iwan itu juga mengaku bahwa saat ini, Raperda sudah siap mulai dari naskah akademik hingga sudah diserahkan ke Bagian Hukum Setda PALI, tinggal lagi dibahas di DPRD PALI, kemudian studi banding hingga disahkan menjadi Perda.

“Ranperda ini juga baru memuat pelarangan, sementara untuk denda belum dibuat aturannya. Pelarangan dalam hal ini yaitu di tempat pelayanan umum, seperti rumah makan, hotel, Rumah Sakit, kantor pemerintahan dan lainnya. Sehingga, di tempat-tempat tersebut harus dibuat tempat khusus untuk merokok atau smoking area,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kepada warga PALI bahwa merokok sangat tidak baik untuk kesehatan, baik itu bagi yang merokok atau bagi orang yang disekitarnya.

“Mereka menjadi perokok pasif, bisa juga terkena sakit paru-paru, jantung. Untuk itu diharapkan setelah Raperda ini disahkan, warga akan mulai ditertibkan untuk merokok tidak sembarang tempat. Dan yang pastinya, agar warga PALI tetap sehat,” katanya seraya mengatakan agar Raperda ini segera diserahkan. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.