3 Saksi Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan Mantan Anggota DPRD Palembang

Sidang lanjutan mantan DPRD Palembang atas kasus Narkoba.
Palembang, Sumselupdte.com – Sidang lanjutan mantan anggota DPRD Doni dan kelima rekannya yang terjerat kasus narkotika, kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang Klas, secara virtual Selasa (12/1/2021).
Pada sidang yang dipimpin langsung Hakim Ketua Bongbongan SH LLM, tiga orang saksi dihadirkan di dalam persidangan.
Dua saksi merupakan karyawan laundry milik Doni, bernama Indra dan Marwan dan satu lagi, Jafar, seorang petugas kepolisian yang dihadirkan dalam sambungan teleconference.
Dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum, saksi Indra dan Marwan membenarkan jika pada 22 September 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, ada penangkapan terhadap Doni di usaha laundry  miliknya yang berlokasi di Jalan Riau, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang.
Marwan salah seorang saksi memberikan keterangan jika Doni yang saat itu sedang berdiri di pinggir jalan dekat usaha laundry miliknya, berusaha melarikan diri setelah mengetahui ada petugas BNN, namun sayangnya Terdakwa Doni berhasil ditangkap.
Hal sama diungkap oleh saksi Jafar. Ia menambahkan jika saat ditangkap Doni diminta menunjukan tempat dirinya menyimpan narkotika yang berada di lantai dua, tepatnya di dalam kantor laundry Doni.
“Setelah dilakukan penggeledahan didapati empat buah bungkusan berisi Narkotika jenis shabu dan pil ekstasi, yang berada di dalam kantor Doni yang berada di lantai 2 usaha laundry Doni,” jelas saksi Jafar.
Indra selaku karyawan laundry Doni, yang turut dihadirkan sebagai saksi mengaku sudah hampir dua tahun kerja bersama Doni sebagai petugas packing baju.
Dari pengakuannya, Ruang kerja Doni yang berada di lantai dua usaha laundry tersebut, selalu dalam keadaan terkunci.
Dirinya juga tidak pernah melihat Doni membawa siapapun ke dalam ruangan tersebut.
“Saya kerja dari pukul 08.00-16.00 WIB. Selama saya bekerja tidak pernah lihat Doni membawa siapapun ke ruang kerjanya,” ujar Indra.
“Ruang kerja Doni, kami bersihkan secara gotong-royong. Kami tidak pernah lihat ada barang itu (narkotika),” tambahnya.
Saat penggeledahan petugas BNN juga melibatkan Ketua RW setempat. Saat kejadian saksi Indra juga mengaku jika petugas mengajak mereka untuk ikut naik ke lantai dua.
Namun ketika ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum tentang dua buah tas yang satu berwarna hitam dan satu berwarna coklat, kedua saksi mengaku tidak tahu dan tidak melihatnya.
Sejak penangkapan tersebut, menurut keterangan Indra dan Marwan, laundry milik Doni hingga saat ini tidak beroperasi lagi.
Atas keterangan tersebut, terdakwa Doni yang dihadirkan melalui sambungan teleconference tidak membantah keterangan saksi yang dihadirkan.
Atas persidangan tersebut, Hakim ketua Bongbongan Silaban SH LLM menunda persidangan hingga pekan depan dan akan dilanjutkan dengan keterangan saksi Mahkota.
Sidang berikutnya akan dilaksanakan pada hari Selasa (19/1/2021), pukul 14.00 WIB. (Ron)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.