28 Calon Widyaiswara Rampungkan Diklat Selama Hampir Satu Bulan

Sekda Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman berfoto bersama dengan 28 calon Widyaiswara di Aula Putri Kembang Dadar Bandiklat Provinsi Sumsel, Sabtu (25/6).

Palembang, Sumselupdate.com –Sebanyak 28 calon Widyaiswara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merampungkan pendidikan dan latihan (diklat) selama hampir satu bulan mulai 24 Mei hingga 25 Juni di Aula Putri Kembang Dadar Badan Pendidikan dan Latihan (Bandiklat)  Provinsi Sumsel.

Kegiatan yang diikuti 28 calon Widyaiswara yang datang dari lima Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), 17 dari Setda Provinsi Sumsel, dan 11 peserta dari enam kabupaten/kota ini, ditutup Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman, Sabtu (25/6).

Acara penutupan dihadiri Kepala LAN Republik Indonesia (RI) diwakili Sekretaris Utama LAN RI  Sri Hediatiwara.

Sekda Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman mengatakan, Widyaiswara merupakan calon pengajar dengan muridnya dari para pegawai. Tugas pokok Widyaiswara adalah memberikan imbauan dan pelajaran kepada para pegawai-pegawai tersebut.

Dijelaskanya, Widyaiswara nanti ada tingkatan seperti tingkatkan III, II, I, tingkat PIM III untuk Eselon III, PIM II untuk Eselon II, dan PIM I untuk Eselon I.

“Oleh sebab itu mereka harus diberikan pembekalan khusus calon-calon yang betul-betul menambah pendidikan,” katanya.

“Saya yakin setelah satu bulan mengikuti diklat dari tanggal 24 Mei sampai 25 Juni saudara sekalian telah mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan nilai nilai prasyarat yang dibutuhkan. Sebagai calon Widyaiswara,” katanya.

Pihaknya berharap yang terpilih menjadi Widyaiswara nanti untuk tidak memaknai jabatan ini sebatas untuk memperpanjang masa kerja jelang pension, akan tetapi para Widyaiswara bisa mempercepat penyelenggaraan pemerintah yang mensejahterakan rakyat.

Sementara itu, Kepala Badan Diklat Provinsi Sumsel dan juga selaku Ketua Penyelenggara, Musni Wijaya mengatakan, diklat calon Widyaiswara merupakan amanah dari Gubernur Sumsel dalam rangka revitalisasi Widyaiswara.

“Kalau kita tidak tingkatkan kapasitas Widyaiswara akan tertinggal kita, ini kan mencari kader-kader yang memang punya kompetensi, oleh karena itulah memang dibutuhkan  Widyaiswara itu yang mempunyai kompetensi dan mempunyai kemampuan, jadi kita laksanakan seleksi, kita laksanakan diklatnya dan mudah-mudahan dari hasil diklat dan seleksi ini, kita dapat menghasilkan Widyaiswara yang sesuai harapan kita,” ujarnya. (ery)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.