200 Tahanan yang Kabur Masih Diburu Petugas, MenkumHAM Tinjau Rutan di Pekanbaru

Minggu, 7 Mei 2017
Suasana Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau pasca-kaburnya ratusan tahanan pada 5 Mei 2017 lalu. (detikcom)

Pekanbaru, Sumselupdate.com – Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih memburu 200 dari 442 tahanan yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru, pada 5 Mei 2017.

Seperti dikutip Kompas.com Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Minggu (7/5/2017), mengatakan, dalam penangkapan terkini polisi menangkap satu tahanan pria bernama Supriadi (35) saat patroli di Jalan Pinang Merah, Kecamatan Bukit Raya.

Read More

Lalu ada satu tahanan lain yang menyerahkan diri ke Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk yang di antar oleh keluarganya.

Dengan demikian jumlah tahanan yang sudah kembali ke rumah tahanan sebanyak 242 orang.

Beberapa tahanan yang sudah ditangkap kembali oleh polisi mengatakan mereka melakukan aksi protes dan kemudian kabur karena mereka tidak mendapat pelayanan memadai dan menjadi korban pungutan liar.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau menyatakan akan menyelidiki permasalahan tersebut.

Pada Sabtu kemarin, saat pejabat Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia datang ke Rutan Pekanbaru, otoritas mengumumkan bahwa jumlah tahanan yang kabur 442 orang.

Setelah kejadian itu Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengumumkan pencopotan Kepala Rutan Kelas IIB Pekanbaru.

Sementara itu, hari ini, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna Laoly meninjau Rutan Kelas IIB Sialang Bungkuk di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Tinjauan dilakukan terhadap rutan yang ratusan tahanannya kabur pada Jumat (5/5).

Yasonna, yang mengenakan kemeja putih dan topi datang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau, Ferdinand Siagian.

Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Pekanbaru Kompol Indra Sakti mengatakan, Yasonna hanya datang sebentar untuk berbicara dengan para tahanan.

Dari 442 tahanan yang kabur, sementara sudah separuhnya yang ditangkap atau menyerahkan diri.

Tahanan kabur diduga karena kelebihan kapasitas. Kamar yang hanya 361 dihuni 1.800 orang.

Selain itu, diduga akumulasi kekecewaan yang telah disampaikan dengan unjuk rasa. Akhirnya tahanan teriak-teriak keluar dari kamar II B hingga mendobrak salah satu pintu.

Kekuatan pasukan yang diturunkan yakni satu SSK dari Polresta Pekanbaru, dua SSK dari Brimobda Riau, satu SSK dari TNI, dan dua pleton anggota Sabhara Polda Riau.

Kepolisian Daerah Riau pun mengimbau ratusan tahanan Klas II B Pekanbaru yang kabur agar menyerahkan diri kepada petugas.

Masyarakat juga diimbau apabila menemukan orang atau warga yang mencurigakan segera melapor ke polisi terdekat. (hyd)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts