20 Petugas Kejati Sumsel Geledah Kantor BPKAD Ogan Ilir, Satu Koper Berkas Diamankan

Sedikitnya 20 orang petugas dari Kejati Sumsel didampingi petugas Kajari Ogan Ilir (OI) mengeledah kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ogan Ilir (OI).

Inderalaya, Sumselupdate.com – Sedikitnya 20 orang petugas dari Kejati Sumsel didampingi petugas Kajari Ogan Ilir (OI) menggeruduk, menggeledah dan memeriksa berkas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ogan Ilir (OI).

Meski sempat terjadi cekcok mulut antara wartawan dan Kepala BPKAD OI Sofiah Yuhanis lantaran pewarta sempat ditanyakan mengapa keberadaanya ada di kantor tersebut saat petugas kejaksaan melakukan pemeriksaan, namun hal tersebut tidak menjadi persoalan dan pemeriksaan berkas tetap dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

Hasilnya pukul 14.00 WIB satu buah koper besar berwarna hitam berisi berkas-berkas berhasil diamankan dan dimasukkan dalam Mobil Pajero Hitam BG 1211RY. Selain itu mereka juga membawa berkas tumpukan kertas yang dibawa dalam map

Tak hanya petugas Kejati Sumsel, Kajari OI, juga terlihat tiga orang petugas dari Mapolres OI. Diduga petugas datang terkait pemeriksaan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan-Simpang Tasik Inderalaya.

Satu koper yang diduga berisi berkas diamankan.

Dari hasil pantauan, pihak petugas Kejati Sumsel datang ke Kantor BPKAD pukul 10.30 WIB dan langsung masuk ke dalam ruangan kepala badan, meminta izin untuk menggeledah ruangan arsip, ruangan akutansi, ruangan kepala badan, dan bahkan kendaraan mobil dinas Kepala Badan BPKAD BG 18 TZ tidak luput dari pemeriksaan.

Pada pukul 14.00 WIB, satu orang jaksa berpakaian batik biru membawa satu koper besar berwarna hitam yang berisi berkas-berkas.

“Ini berkas semua isinya tapi saya tidak tahu berkas apa,” katanya sambil memasukkan koper ke dalam berkas Mobil Pajero Hitam BG 1211RY.

Aspitsus Kejati Sumsel, Viktor Antonius masih enggan diwawancarai terkait adanya penggeledahan tersebut. belum bisa mengasi komentar.

“Nanti saja-nanti saja, belum selesai pemeriksaanya,” ujarnya sambil melambaikan tangan dan sembari menaiki mobil Innova hitam meninggalkan perkantoran BPKD OI.

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Ilir OI H Ardani menanggapi kehadiran pihak Kejati Sumsel ke BPKAD mengaku tidak tahu berkas atau kasus apa yang tengah diperiksa oleh Kejati Sumsel.

“Biasalah pemeriksaan untuk menggali keterangan di BPKAD, saya tidak sampai ke subtansi itu (terkait kasus yang ada-red). Saya mampir ke sini mau silaturahim ketemu pihak Kejati.  Ya, kita harus menghormati proses hukum yang ada dan saya tidak tahu dengan kasus apa yang diperiksa ini,” jelasnya.

Kasi Pidsus Kajari OI Evan Afturedi mengatakan kedatangan petugas Kajati Sumsel melakukan pengembangan bukti-bukti untuk kasus proyek Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan dan tim sudah menemukan bukti dalam bentuk berkas yang dibawa untuk diteliti dan dipelajari.

“Kalau soal tersangka baru tidak tahu, bahkan untuk kelanjutan kasusnya itukan kewenangan Kejati Sumsel,” jelasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.