Palembang, Sumselupdate.com – Hingga Selasa (7/5/2019), tim gabungan Polresta Palembang dan Polda Sumsel telah menangkap 12 dari 30 tahanan yang melarikan diri dari sel tahanan Mapolresta Palembang pada Minggu (5/5) dinihari lalu. Sedangkan sebanyak 18 pelaku lainnya masih terus dikejar oleh aparat.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan, 10 tahanan ditangkap hingga Senin (6/5). Sementara dua tahanan lain baru ditangkap pada Selasa pagi, keduanya yakni Rajab Semendawai (20) dan Maulana Ismail (24) warga Lorong Kalibaru V, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati.
“Keduanya terjerat kasus penyalahgunaan narkoba dan ditangkap aparat Polsek Kertapati. Setelah dua hari melarikan diri, mereka ditangkap di kawasan Kertapati, tidak jauh dari kediaman orangtua mereka,” ujar Didi.
Sementara 10 tahanan yang lain yang sudah ditangkap yakni M Iki Gunawan (36) warga Lorong Keramat Kecamatan Seberang Ulu II, Fahmi (30) warga Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Ilir Timur II, M Trisno alias Aak (21) warga Jalan PSI Lautan Kecamatan Gandus, Wahyu Budiman (25) warga Jalan Peltu Tulus Yahya Kecamatan Ilir Timur II, dan Bimo Saputra (22) warga Jalan Sukakarya II Kecamatan Sako.
Kemudian M Zaim Fadly (40) warga Jalan Bungaran II Kecamatan Jakabaring, M Suhandri (36) dan Zahri (46) warga Lorong Keramat Kecamatan Seberang Ulu II, Alvin Febriansyah (36) warga Jalan Lukman Idris Kecamatan Sukarami, dan Hendri Romiyo (36), warga Jalan Jepang Kecamatan Sako.
Dirinya mengimbau kepada para tahanan yang masih buron agar menyerahkan diri. Terus melarikan diri, ujar dia, hanya memperberat hukuman yang akan mereka terima. Apabila menyerahkan diri akan mendapat pertimbangan keringanan dari pengadilan.
“Jadi masih 18 tahanan kabur yang belum ditangkap, terus kita kejar. Kita tak segan-segan melumpuhkan dengan timah panas jika melawan. Saya berkali-kali mengimbau untuk menyerahkan diri dan kepada keluarga agar membantu kepolisian menyerahkan keluarganya yang kabur. Ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar dia.
Pihaknya pun masih memeriksa secara intensif petugas piket jaga dan salah satu istri tahanan yang membantu para tahanan tersebut melarikan diri. “Indah, istri dari salah satu tahanan kita masih diperiksa. Kita juga masih memeriksa 7 petugas jaga, mereka sudah ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani pemeriksaan,” ujar Didi. (tra)











