1 Bulan Jadi Target Operasi, Residivis Curanmor Disergap Intelkam Polresta Palembang

Kamis, 4 Oktober 2018
Tiga pelaku diamankan di Polresta Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah sempat menjadi TO (Target Operasi) selama 1 bulan, akhirnya tiga residivis pencurian sepeda motor berhasil dibekuk anggota Sat Intelkam Polresta Palembang, Kamis (4/10/2018).

Ketiga pelaku itu yakni, Untung (18) yang merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor yang pernah mendekam di LP Pakjo dan bebas Maret lalu dan rekannya, Junardi (20).

Read More

Serta David (18) yang juga pernah menjalani masa tahanan di LP Pakjo atas kasus pencurian disertai kekerasan dan bebas dari penjara pada September 2017 silam. Ketiga sahabat ini ditangkap aparat dari rumah tersangka Untung di Jalan Belabak, Kelurahan 3, Ilir Kecamatan IT II.

Saat disergap, para pelaku sedang membongkar dan memodifikasi sepeda motor hasil curian untuk menghilangkan jejak sebelum dijual. Bahkan saat disergap para pelaku sempat kocar-kacir hendak kabur.

Namun setelah petugas melepaskan dua kali tembakan ke udara ketiganya menghentikan langkah dan memilih angkat tangan. Dalam penyergapan kali ini polisi mengamankan barang bukti berupa kunci T, 1 unit Sepeda motor Honda Beat, satu buah plat BG 2206 AAJ dan satu unit sepeda motor Honda Revo.

Kasat Interkam Polresta Palembang Kompol Mario Ivanry melalui Kanit Intelkam Ipda Suratman didampingi Katim I Aiptu Aviv mengatakan, ketiga tersangka merupakan TO yang sudah lama dikejar.

“Saat keberadaan mereka kita dapati, kita tak mau buang waktu dan langsung meringkus mereka,” ucap Suratman yang juga didampingi Katim II Aipda Donni.

Hasil penyelidikan, dirinya melanjutkan, ketiga pelaku sudah 13 kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di kawasan Kemuning, Sekip dan 3 Ilir, serta tiga kali melakukan aksi jambret.

Sedangkan Untung, mengakui perbuatannya dan selama ini ia terlibat 9 kali melakukan aksi pencurian. “Biasanya kami bergantian, dengan David atau Junardi. Tugas saya pemetik. Mereka mengawasi kondisi sekitar,” katanya.

Setiap berhasil, sambung ketiganya, motor tersebut dijual ke DD dengan harga mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. “Uangnya dibagi tiga dan saya habiskan untuk makan sehari-hari,” katanya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts