Glasgow, Sumselupdate.com – Sebuah studi terlengkap sejauh ini telah mengabarkan kaitan bersepeda dengan penurunan resiko kanker dan masalah jantung sampai hampir 50%.
Tim peneliti di Universitas Glasgow mengatakan bersepeda tidak membutuhkan sebuah kemauan keras jika sudah menjadi rutin. Selain itu, dalam studi yang melibatkan 250.000 orang di Inggris ini memperlihatkan bahwa berjalan kaki memberi keuntungan dibanding duduk di angkutan umum atau mobil.
Selama lima tahun, demikian dilansir dari BBC, Sabtu (22/4/2017), studi ini membandingkan orang-orang yang ‘aktif’ dalam perjalanan bolak-balik rumah dan kantor dibanding mereka yang lebih banyak berdiam.
Hasilnya, dari total yang diteliti diketahui sebanyak 2.430 orang meninggal, 3.748 didiagnosis dengan kanker, dan 1.110 menderita gangguan jantung.
Namun selama masa studi, mereka yang naik sepeda secara teratur untuk bekerja dan pulang mengurangi risiko kematian, dengan sebab apapun, sampai 41%, sementara risiko kanker berkurang 45% dan pengurangan sebesar 46% untuk gangguan jantung.
Para pengguna sepeda itu mencatat rata-rata 30 mil (48 km) per minggu. Namun, semakin jauh mereka bersepeda, semakin besar pula faedahnya.
“Ini bukti yang amat jelas bahwa orang yang pulang pergi secara aktif, khususnya dengan naik sepeda berada dalam risiko rendah,” kata Dr Jason Gil dari Universitas Glasgow.
Orang-orang yang mengkombinasikan sepeda dengan angkutan umum dalam perjalanan pergi pulang kantor juga mendapat manfaat kesehatan.
Namun studi yang diterbitkan British Medical Journal itu tidak bisa menentukan hubungan sebab dan akibatnya secara jelas.
Bagaimanapun, manfaat masih tetap ada walau statistiknya sudah disesuaikan dengan dampak dari penjelasan lain, seperti merokok, makanan, dan seberapa berat tubuh seseorang.
Yang jelas, studi ini menyimpulkan bahwa alasan sepeda mengurangi risiko kanker bukan karena berkurangnya berat badan akibat bersepeda itu. (shn)











