Pagaralam, Sumselupdate.com – Memperingati Hari Jadi Kota Pagaralam ke-24, Wakil Walikota Hj Bertha bersama 49 tim pendaki melakukan ekspedisi ke Puncak Gunung Dempo dan Gunung Api Dempo (GAD), Selasa (3/5/2025).
Dalam misi ini, selain mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi Sumatera Selatan, Hj Bertha juga meninjau jalur evakuasi Rimau dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian Gunung Dempo.
Wakil Walikota Pagaralam Hj Bertha menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan dengan memimpin langsung pendakian ke Puncak Gunung Dempo dan Gunung Api Dempo (GAD).
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (3/5/2025) tersebut, Hj. Bertha turut didampingi oleh sekitar 49 anggota tim pendaki dari Kota Pagaralam.
Pendakian ini bertujuan utama untuk mengecek kondisi jalur evakuasi di jalur Rimau yang beberapa waktu lalu dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.
“Saya dan tim pendakian melakukan pendakian Gunung Dempo dan Gunung Api Dempo (GAD) untuk mengecek jalur evakuasi melalui jalur Rimau. Pasalnya dikabarkan di jalur tersebut ada beberapa titik yang mengalami longsor,” ungkap Hj Bertha saat di lokasi.
Selain pengecekan jalur evakuasi, Wawako juga melakukan aksi bersih-bersih di pelataran Gunung Dempo serta memeriksa langsung kondisi Mushola tertinggi yang ada di sana.
“Kita bersama tim melakukan pembersihan di pelataran Gunung Dempo. Ini untuk memastikan kondisi jalur dan pelataran bebas dari sampah agar para pendaki bisa nyaman saat berkemah di pelataran Gunung Dempo,” katanya.
Dalam momen penuh semangat kebangsaan, Hj Bertha juga mendaki hingga ke Puncak Gunung Api Dempo dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) dan mengibarkan bendera merah putih di ketinggian 3.178 meter di atas permukaan laut (MDPL).
“Dari atas puncak Gunung Api Dempo dengan ketinggian 3.178 MDPL, saya mewakili Walikota Pagaralam dan sebagai Wakil Walikota Pagaralam mengucapkan selamat Hari Jadi ke-24 Kota Pagaralam,” ujarnya penuh haru.
Lebih lanjut Hj Bertha mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pendaki, untuk menjaga kelestarian alam Gunung Dempo yang menjadi ikon wisata dan kebanggaan Pagaralam.
“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga kelestarian alam di Gunung Dempo. Mari kita jaga kawasan hutan di Gunung Dempo,” tutupnya.
Dengan semangat kepedulian dan cinta terhadap lingkungan, pendakian ini tidak hanya menjadi simbol peringatan hari jadi kota, akan tetapi juga bentuk nyata kepemimpinan yang peduli terhadap keselamatan, kebersihan, dan pelestarian alam.
(**)











