Waspada! Upal Banyak Beredar di OKU

Uang Palsu

Baturaja, Sumselupdate.com – Masyarakat kota Baturaja harus berhati-hati terkait banyaknya peredaran uang palsu (Upal) yang saat ini telah meresahkan.

Kenyataan akan adanya peredaran upal ini terbukti pada Kamis (30/6). Adalah Riza (31), seorang ibu rumah tangga, warga Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengalaminya.

Bacaan Lainnya

Ia tidak menyangka salah satu lembaran uang kembalian pecahan Rp. 10 ribu usai dirinya berbelanja di salah satu toko peralatan kue di pasar baru Baturaja, itu ternyata palsu.

Ihwal tersebut baru ia ketahui tatkala dirinya hendak membayar barang yang dibelinya di supermarket Ramayana.

Ketika menyodorkan beberapa lembar uang termasuk upal yang diterimanya dari pasar, disitulah baru diketahui uang Rp. 10 ribu tadi palsu.

“Saya tidak tahu kalau itu palsu. Tahunya setelah saya ke Ramayana, saya ditunjukkan oleh kasir. Saya tanya dari mana palsu, katanya tanda airnya (logo air pahlawan) tidak ada setelah diterawang,” beber Riza.

Benar saja memang, saat diraba dan diterawang, uang pecahan Rp. 10 ribu ini terlihat palsu kendati mirip. Dari fisiknya terlihat aneh dan rapuh. Warnanya juga terlihat luntur.

Ketika ditanya kenapa tidak melaporkan temuan itu ke Polisi! Riza mengaku kecapekan. Lagian pula menurutnya, yang ia temukan Rp. 10 ribu dan dirasa tidak begitu rugi.

Meski begitu, ia juga mengingatkan pada warga lainnya untuk berhati-hati saat transaksi khususnya di pasar tradisional.

Sebab disinyalir, upal ini sengaja diedarkan pelaku di pasar-pasar tradisional karena memanfaatkan keriuhan dan keramaian orang belanja.

Upal yang diedarkan juga tampaknya hanya pecahan kecil saja. Seperti yang ia dapat itu.

“Kalau di pasar kan rame. Dan jarang yang teliti. Kalau di supermarket, biasanya kasirnya teliti,” pungkasnya.

Perihal kewaspadaan akan peredaran upal terlebih jelang Lebaran ini pernah diingatkan Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan.

Karena kata dia waktu itu, bahwa upal ini berpotensi tersebar di OKU. Modusnya itu tadi, biasanya pakai pecahan kecil, tapi disebar cukup banyak.

Lokasi penyebaran biasanya di tempat-tempat transaksi masyarakat seperti di pasar-pasar dan lainnya.

“Peredarannya di pusat-pusat kegiatan transaksi. Untuk itu, cerdaslah dalam bertransaksi. Pahami mana uang asli dan palsu,” ucap dia.(Yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.