Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Sebagian Warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menilai Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang bertujuan untuk meringankan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19, tidak tepat sasaran.
Beberapa warga yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui Sumselupdate.com di Desa Pagar Jati, Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sabtu (13/6/2020) mengatakan, jika dana BLT DD yang digelontorkan melalui anggaran desa, tidak merata.
“Hal ini karena kami dan beberapa warga lainya yang tergolong kurang mampu secara ekonomi dan terdampak Covid-19 tidak menerima bantuan sama sekali dari seluruh bantuan yang diprogramkan pemerintah,” ujar salah satu warga.
Yang disesalkan, menurut mereka ada warga yang secara ekonomi mampu dan rumah tempat tinggalnya sangat layak huni mendapatkan bantuan BLT DD sebesar Rp600 ribu, sementara mereka yang tinggal di rumah gubuk bahkan ada yang tinggal menumpang di bawah rumah orang tua tidak menerima bantuan, baik itu PKH, sembako atau BLT DD.
“Kami berharap pihak pemerintah supaya adil dan benar-benar teliti saat melakukan survei kepada warga. Coba liha benar keadaan warga yang layak dan tidak layak dan harus transparan jangan ada keberpihakan,” imbuhnya.
Terpisah, Pjs Kades Pagar Jati Amroh Apriadi yang baru menjabat hitungan bulan ini saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, jika data yang dikumpulkan oleh perangkat desa dan BPD.
Data yang dikumpulkan kemudian dibahas melalui Musdessus yang dihadiri oleh Tripika, perangkat desa, BPD, lembaga pemangku adat, lembaga pemuka masyarakat, kemudian diverifikasi oleh tim relawan yang terdiri dari BPD, perangkat desa, dan Tripika.
“Hasil dari verifikasi daftar nama calon penerima manfaat BLT DD, kami tempelkan di beberapa titik di desa, untuk memberikan informasi kepada warga yang merasa namanya belum terdata untuk dapat menghubungi pihak pemerintah desa,” ungkapnya.
Setelah ada laporan warga yang belum terdaftar, pihaknya kemudian mengadakan musyawarah dengan BPD dan perangkat desa, untuk daftar tambahan.
“Lalu kemudian tanggal 19 Mei kami melaksanakan pembagian BLT DD, pada saat pengumuman ada beberapa warga yang namanya belum terdata melapor kemudian diadakan musyawarah antara BPD dan perangkat desa untuk tambahan. Sedangkan warga yang mengeluh tersebut tidak melapor ke Pemdes atau pun BPD sehingga mereka tidak terdata,” jelasnya
Ditambahkan Pjs Kades ii, untuk warga yang menumpang di bawah rumah orang tuanya dan kerjanya serabutan itu akan dicek dulu oleh perangkat desa.
“Saya sudah perintahkan kepada BPD dan perangkat supaya jangan ada yang ketinggalan. Di desa hasil data dari kadus per Februari 2020 jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 215 KK, penerima manfaat PKH 59 KK, penerima manfaat BNPT 32 KK, penerima manfaat BLT DD 94 KK, dan BST 10 orang, dan saya rasa desa kami dan perangkat sudah maksimal kerjanya akan tetapi masih saja ada warga yang belum menerima bantuan dan tidak terdata,” urainya.
Saat ditanya kenapa ada warga yang rumahnya bagus dan mampu secara ekonomi menerima BLT DD sedangkan ada warga yang rumahnya gubuk dan tidak mampu tidak menerima bantuan BLT, Pjs Kades menjawab karena saat itu warga yang rumahnya dianggap bagus dan mampu itu menjelaskan bahwa dirinya berhak menerima bantuan karena dia beranggapan terdampak dan merasa perlu mendapatkan bantuan.
“Atas dasar itu dan saran dari perangkat desa akhirnya orang itu diberi bantuan BLT DD,” terangnya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lahat Nopran Marjani mengatakan, pihaknya telah meminta kepada semua kades jangan sampai ada penyimpangan. Hal ini telah disampaikan pada saat reses.
“Jika melenceng dari aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk pencairan BLT DD tahap kedua bulan Juni ini harus menghadap terlebih dahulu ke Inspektorat. Kepala desa itu kan tahu persis kriteria layak dan tidak layak warga desanya menerima bantuan jangan sampai memberikan kebijakan yang dipaksakan, itu artinya pembiaran dan sudah menyalahi aturan,” pungkasnya. (**)











