Warga PALI Tolak Kenaikan Biaya Urus Surat Kendaraan

Rabu, 4 Januari 2017
Tukang ojek di terminal Pendopo.

PALI, Sumselupdate.com – Pada saat kondisi ekonomi masyarakat belum stabil, kini masyarakat setempat yang mempunyai kendaraan bermotor baik itu roda dua atau roda empat dihadapkan beban baru. Dengan rencana pemerintah pusat menaikan biaya kepengurusan surat kendaraan bermotor terhitung sejak 6 Januari.

Sehingga sejumlah masyarakat di Kabupaten PALI melakukan penolakan. Diantaranya Ibet (40), warga Talang Ubi yang berprofesi sebagai tukang ojek di terminal Pendopo yang merasa keberatan dengan kenaikan biaya kepengurusan surat-surat kendaraan sampai dua atau tiga kali lipat.

Read More

Misalnya, untuk penerbitan STNK, pada peraturan lama hanya membayar Rp50.000, peraturan baru membuat tarif menjadi Rp100.000. Untuk roda empat, dari Rp 75.000 menjadi Rp 200.000.

Kepada sejumlah media, pria yang tercatat sebagai warga Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kabupaten PALI ini menuturkan bahwa dirinya sangat keberatan apabila biaya urus surat kendaraan bermotor dinaikan hingga dua sampai tiga kali lipat.

“Kalau bagi pengusaha atau orang kaya mungkin tidak masalah, tapi bagi kami yang sehari-hari hanya jadi tukang ojek tentu keberatan, karena akan menambah beban kami. Sebab satu bulan lagi STNK serta plat nomor motor kami akan habis,” ucap Ibet, Rabu (4/1/2017).

Sementara itu Rudi (35) menuturkan rencana pemerintah akan menaikan biaya pengurusan surat kendaraan di saat ekonomi sedang carut marut ini sama saja ingin membunuh masyarakat kecil secara perlahan.

“Penghasilan kami ngojek hanya cukup makan saja, kalau jadi rencana itu tentu bakal nambah beban kami. Jika keputusan itu tidak bisa diurungkan, yang sewajarnya saja nilai kenaikannya. Tapi kami mohon, lebih baik dibatalkan,” harapnya.

Rudi juga mengaku, bahwa dirinya tahu informasi tersebut baru hari ini, dimana seharusnya pemerintah terlebih dahulu mensosialisasikan akan hal itu ke tengah-tengah masyarakat. “Sekali lagi lebih baik dibatalkan atau ditinjau ulang, terutama untuk sepeda motor, sebab pengguna kendaraan jenis itu rata-rata masyarakat menengah ke bawah,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts