Baturaja, Sumselupdate.com – Pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diwarnai keluhan oleh para keluarga yang hendak mengantar sanak saudara mereka di Islamic Cneter Baturaja.
Pasalnya beberapa warga kesal maraknya parkir dadakan yang meminta uang lebih besar dari perda OKU. Di lokasi itu ada oknum preman yang memanfaatkan momentum setahun sekali tersebut untuk melakukan pungutan liar (pungli).
Pantauan saat pelepasan CJH OKU kloter pertama, Sabtu (19/8) malam, di depan Islamic Center banyak sekali oknum preman atau warga setempat yang memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar lokasi acara untuk dijadikan lahan parkir liar.
Ironisnya, setiap mobil yang parkir di lokasi itu dipungut biaya yang luar biasa mahalnya, yakni mencapai Rp10.000 perunit. “Gilo, ini parkir apo nak meras,” keluh Herdi (27), salah seorang keluarga CJH OKU kepada wartawan, Senin (21/8/2017).
Dirinya mengaku, tidak habis pikir kenapa parkir liar yang serat dengan pungli tersebut diizinkan meresahkan keluarga CJH OKU.
Padahal saat itu puluhan polisi berseragam lengkap plus back up anggota Satpol PP serta Dinas Perhubungan OKU siaga tak jauh di lokasi parkir. “Aneh, awak banyak polisi dan aparat Pemda, tapi ngapo pungli biso merajalela di OKU ini,” sesalnya.
Keluhan serupa juga diutarakan Aan (45), warga Air Kecamatan Peninjauan saat hendak mengantar ibunya yang akan berangkat naik haji ke Islamic Center Baturaja.
“Sudah jelas-jelas juru parkir wajib memberikan karcis kepada setiap pengendara yang akan memarkirkan mobil atau motornya. Nilainya pun sudah diatur di dalam Perda, yakni Rp1.000 per unit untuk motor dan Rp1.500 untuk mobil. Namun faktanya di lapangan ada juru parkir yang berani memungut retribusi Rp10.000 untuk mobil,” sesalnya.
Padahal lanjut Aan, momentum mengantar CJH OKU saat pelepasan di Islamic Center adalah kegiatan yang sakral bagi keluarga. Namun hal itu justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung-jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi.
“Mana katanya tim saber pungli. Mana pengawasan dari instansi terkait. Hal seperti ini kok didiamkan. Padahal jelas-jelas pungli itu meresahkan masyarakat,” cetusnya.
Sementara pihak Dishub OKU sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Malam ini sendiri kloter kedua rencana akan dilepas. Pantauan dilapangan sudah banyak warga berdatangan ke Islamic Center. Sementara beberapa kantong parkir dadakan terlihat siaga. (wid)











