PALI Berangkatkan Satu Orang Jemaah Haji

Jemaah haji asal Kabupaten PALI, Harunik dan Elni Radiyati saat menjalani manasik kesehatan haji bertempat di Mushola Kemenag PALI.

PALI, Sumselupdate.com — Jemaah Haji asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Tahun 2022 sesuai kuota yang telah ditetapkan hanya diberangkatkan satu orang.

“Kuota jemaah haji asal PALI tahun ini memang dapat satu orang. Sementara cadangan ada dua orang,” ungkap Kepala Kantor Kemenag kabupaten PALI, H. Makki melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) H. Ibrahim.

Read More

Ditambahkannya, Tahun 2022 ini terjadi pengurangan berdasarkan regulasi dari Pemerintah Arab Saudi, karena Masih dalam Pandemi Covid-19.

Sehingga, kuota jemaah haji dikurangi 50 persen yang umurnya lebih dari 65 tahun.

“Tahun 2020 kemarin kuota PALI dapat 13 orang dan dua cadangan. Namun terjadi pengurangan. Jadi diberangkatkan satu orang Jemaah haji perempuan umurnya di bawah 65 tahun,” ungkap Ibrahim.

“Dari 13 orang Jemaah haji ini yang seharusnya diberangkatkan Tahun 2020 kemarin ada juga yang mundur. Untuk yang cadangan semoga tahun depan bisa diberangkatkan,” katanya.

Masa karantina di Asrama Haji satu hari, apabila hasil ada yang positif Covid-19. Maka akan digantikan dengan jemaah cadangan.

“Kalau pelunasan sudah semua, data itu yang melakukan konfirmasi, yaitu jemaah haji masuk kuota pemberangkatan dan jemaah cadangan ada dua orang,” katanya.

Sementara, untuk Manasik haji Reguler tingkat Kabupaten dan Kecamatan telah dilakukan secara terus menerus.

Dimana, jadwalnya dua hari dalam Kabupaten dan empat hari di kecamatan.

Pemateri manasik kesehatan haji, H. Depri Pandri, S.kep menerangkan tata cara manasik kesehatan haji ada beberapa poin penting, salah satunya mewaspadai dan pencegahan penyakit menular pada jemaah haji.

Dijelaskan, penyakit ini biasanya disebabkan, virus, bakteri serta jamur. Hal ini lantaran, ibadah haji merupakan kumpulan massa dari seluruh dunia dan berpotensi menularkan penyakit

“Penyakit menular ini dapat ditularkan melalui udara, air dan cairan. Diharapkan jemaah haji tetap menjaga jarak saat menjalankan ibadah di tanah suci dan menghindari kontak erat dengan jemaah haji lain,” katanya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat serta tetap menggunakan masker saat beraktivitas beribadah.

“Penyakit menular juga bisa ditularkan dari hewan. Jadi, jemaah haji hindari foto selfi dengan Unta. Karena bisa berpotensi menularkan virus penyakit,” katanya.

Tak hanya itu, jemaah haji juga harus menghindari stres dan kelelahan serta tidak terpapar langsung dengan matahari agar tidak terjadi dehidrasi pada tubuh.

“Kurangi aktivitas yang tidak berkaitan dengan rutinitas dari ibadah haji. Jemaah bisa menggunakan handuk kecil yang lembab, payung dan banyak konsumsi air putih, sayur kemudian buah-buahan,” imbuhnya.

Sementara, Jemaah haji perempuan satu-satunya asal Kabupaten PALI, Elni Radiyati berkata bahwa ia sudah mempersiapkan dari jauh hari untuk berangkat ke tanah suci.

“Alhamdulillah. Saya pribadi sudah sangat siap, baik mental maupun fisik meski berangkat seorang diri. Karena suami masuk kuota cadangan,” katanya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.