Baturaja, Sumselupsate.com – Tahun kedua pelaksanaan bulan eliminasi kaki gajah (Belkaga) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang direncanakan akan dicanangkan pada 17 – 31 September 2016 lalu menjadi harapan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKU menjadikan Kabupaten OKU bebas serangan kaki gajah (filariasis).
Kabid Pengedalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Erwin, SKM, mengatakan, meskipun 17-31 September menjadi target pencanangan Belkaga.
Namun sampai saat ini pihaknya sendiri memang belum pernah menemui laporan adanya pasien kaki gajah di Kabupaten OKU pasca pemekaran kabupaten.
“Alhamdulillah, sejak terjadi pemekaran belum kita terima laporan pasien kaki gajah di Kabupaten OKU. Dulu memang pernah ada laporan pasien kaki gajah, namun saat itu Kabupaten OKU masih belum dimekarkan yakni di Kabupaten OKU Selatan,” ungkapnya, Rabu (5/10/2016).
Dikatakannya, pihaknya pun optimis pendropan obat kaki gajah ini dapat terserap 100 persen kepada masyarakat.
“Untuk tahun 2015 kemarin semuanya terserap yang kita bagikan melalui Puskesmas yang ada di tiap kecamatan,” paparnya.
Dijelaskannya, pihaknya sendiri saat ini terus menyampaikan arahan dan himbauan kepada pihak UPTD dan Puskesmas di tiap kecamatan untuk mengerahkan para kadernya seperti keberadaan Posyandu untuk ikut serta membantu mensukseskan Belkaga tahun kedua ini.
Saat disinggung tentang ditetapkannya Kabupaten OKU termasuk salah satu daerah yang menjadi target pelaksanaan Belkaga, Erwin menjelaskan, hal itu ditetapkan langsung dari pusat.
Di mana, terdapat 50 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan menjadi sasaran/target Belkaga selama lima tahun secara terus menerus. “Alasan dipilihnya kabupaten OKU, karena kita termasuk daerah endemik serangan nyamuk. Meksipun sampai saat ini belum ditemui kasus kaki gajah di Kabupaten OKU,” jelasnuya.
Masih menurut Erwin, pihaknya pun menghimbau dan mengharapkan agar seluruh masyarakat di Kabupaten OKU usia mulai dari 2 hingga 70 tahun, untuk berbondong-bondong mendatangi Puskesmas/posyandu dan posko pencanangan Belkaga untuk mendapatkan obat kaki gajah secara gratis. Sehingga pencanangan OKU bebas dari kaki gajah akan dapat dilaksanakan secara optimal.
“Nantinya masyarakat yang datang ke posko akan mendapatkan dua macam jenis obat. Kita harapkan obat yang diberikan petugas langsung dapat diminum di depan petugas, sebab dikhawatirkan jika obat yang diberika tidak segera diminum nantinya hanya disimpan sahja di rumah sehingga pencanangan Belkaga akan sia-sia saja,” pungkasnya.
Terpisah, salah satu ibu rumah tangga (IRT), Limi warga Kecamatan Peninjauan saat mengaku sangat menunggu dilaksanakannya pencanangan Bellkaga. Sebab menurut dia, pemberian obat kaki gajah ini sangat membantu masyarakat guna terhindar dan terbebas dari serangan kaki gajah.
“Pencanangan Belkaga sangat positif, karena sangat membantu masyarakat untuk hidup lebih sehat, terutama mencegah dari terjadinya serangan kaki gajah,” tandasnya. (Yan)











