Kantong Plastik Tak Lagi Dibebankan ke Konsumen

Rabu, 5 Oktober 2016
Ilustrasi kantong belanjaan

Baturaja, Sumselupdate.com – Penggunaan kantong plastik (kresek) dengan membebankan harga kantong kresek sebesar Rp 200 kepada konsumen yang diterapkan di sejumlah minimarket yang ada di OKU awal tahun lalu tampaknya sudah tidak berlaku lagi.

Hasil pantauan di sejumlah minimarket, kantong plastik yang sebelumnya pembeli harus membayar Rp 200 per satu kantong kreseknya, kini sudah tidak berlaku lagi. Kantong plastik tersebut kini diberikan secara cuma-cuma oleh minimarket tanpa harus membayar.

Hal tersebut terlihat dari struk pembayaran belanjaan yang biasanya, pembeli diharuskan membayar kantong kresek dan di situ tertulis berapa harga kantong kresek yang kita pakai dan harus dibayar. Namun hal tersebut sudah tidak ada lagi, seberapapun kita menerima kantong kresek dari minimarket tersebut pembeli tidak lagi membayar.

Salah satu kasir minimarket yang ditemui Sumselupdate.com membenarkan hal tersebut, namun ia tidak mengetahui kenapa kebijakan tersebut dihapuskan. Menurutnya, ia hanya menjalankan tugasnya saja dan mendapat perintah jika kantong plastik tidak lagi membayar dan tidak masuk ke dalam struk pembayaran.

“Sekarang sudah gratis pak, dak bayar lagi, kalau ngaponyo kurang tau pak karno memang sudah dari sanonyo (perusahaan-red) yang dak diberlakukan lagi, kalo dulu iyo masuk dalam struk setiap kantongnyo,” ujar perempuan berhijab yang meminta namanya tidak disebutkan ini.

Sementara itu, masyarakat mengaku banyak yang senang dengan dihapuskannya kantong plastik berbayar tersebut, karena masyarakat yang membawa uang pas saat berbelanja ke minimarket tetap bisa berbelanja karena tidak meski membayar kantong plastik.

Salah satunya bernama Erin. Menurutnya, meskipun berbayar, masyarakat tetap akan menggunakan kantong kresek, karena tidak akan mungkin masyarakat akan membawa tas kantong dari rumah.

“Kemudian kantong yang dibayar Rp 200 tersebut larinya ke mana, kan kantong plastik yang sudah ada sudah dibeli oleh minimarket maupun pedagang dipasar, kemudian harus dibayar lagi. Pertanyaannya yang dua ratus perak itu ke mana,” pungkas Erin setengah bertanya. (Yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts