Wakil Ketua MPR:  Hati-Hati, Mudik Lebaran Jangan Sampai Menyebarkan Virus

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, kebijakan  pemerintah terkait mudik Lebaran harus didasari  sikap kehati-hatian agar penyebaran virus korona tidak meluas lagi.

“Dalam beberapa waktu mendatang  kegiatan yang berpotensi melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, seperti kegiatan jelang Ramadan dan mudik Lebaran, harus disikapi dengan  hati-hati,”ujar Lestari Moerdijat, di Jakarta, Senin (22/3).

Bacaan Lainnya

Menurut Lestari, meski saat ini sedang berlangsung program vaksinasi Covid-19 di sejumlah daerah, namun cakupannya masih terbilang kecil. Data di laman www.covid-19.go.id per Minggu (21/3) dari 181,55 juta masyarakat sasaran vaksin, baru 5,53 juta orang mendapat vaksin pertama dan 2,30 juta orang yang sudah mendapat vaksin kedua.

Bila pemerintah tidak melarang mudik Lebaran ada potensi pergerakan ekonomi secara nasional.

Catatan Bank Indonesia (BI) menyebutkan penarikan uang tunai selama Lebaran 2019 lalu tercatat lebih dari Rp160 triliun. Sementara itu, pada Lebaran tahun lalu uang tunai siap edar yang disiapkan bank sentral turun menjadi Rp157,96 triliun.

Penurunan uang beredar di masa Lebaran dua tahun terakhir,  tetap saja momentum mudik Lebaran membuat masyarakat membelanjakan uangnya yang bisa membuat ekonomi nasional bergerak.

Namun, para pemangku kepentingan jangan hanya memikirkan potensi bergeraknya ekonomi nasional.

Sikap kehati-hatian harus menjadi pertimbangan. Data Satgas Covid-19 menunjukkan libur Lebaran tahun lalu pada 22-25 Mei 2020 telah memicu lonjakan kasus positif Covid-19 pada 6-8 Juni 2020.

Meskipun saat itu pemerintah telah menerapkan aturan sangat ketat untuk keluar dan masuk DKI Jakarta yaitu menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Tapi nyatanya masih terjadi peningkatan kasus.

Satgas Covid-19 mencatat, kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan dalam libur Lebaran 2020 mencapai 69% hingga 93% dalam rentang waktu 10 sampai 14 hari setelah libur.

Berdasarkan kenyataan tersebut, Lestari berharap, pemangku kepentingan bisa menghasilkan kebijakan yang mampu menekan potensi penyebaran virus korona di tanah air.

Penerapan protokol kesehatan harus konsisten dilakukan. Jangan sampai mudik Lebaran tahun  menjadi momentum penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah yang dapat membebani perekonomian daerah. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.