Wakil Ketua Komisi IV DPR Berharap Pemerintah di Sumbar Percepat Pendataan Dampak Bencana

Writer: - Sabtu, 29 November 2025
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman mengharapkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota di Sumatera Barat segera melakukan percepatan pendataan dampak bencana hidrometeorologi, di masa tanggap darurat yang berakhir 8 Desember 2025.

Jika pendataan kerusakannya lengkap disertai rencana aksi di masa pemulihan, pemerintah pusat tidak akan berlepas tangan. Kementerian dan lembaga di pemerintah pusat, akan saling berkontribusi menyelesaikan dampak bencana.

Read More

“Sekarang saja, bantuan telah dikirim Presiden Prabowo dengan menggunakan 4 pesawat. Ini merupakan sinyal kepedulian yang mesti ditangkap dengan baik oleh kepala daerah, di daerah terdampak bencana,” kata Alex.

melalui pernyataan tertulis, Sabtu ( 29/11/2025) merespon dinamika penetapan status bencana daerah atau nasional terkait bencana hidrometeorologi yang melanda 7 dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat.

Dijelaskan Alex, kemampuan keuangan daerah di Sumbar, secara mayoritas kategori sangat rendah, termasuk 7 daerah terdampak bencana hidrometeoroligi.

Baca juga : Anggota Komisi XIII DPR Sebut Revisi UU Kewarganegaraan Harus Perbaiki Sistem

Kebijakan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) yang diberlakukan Kementrian Keuangan, juga telah membuat ruang fiskal jadi makin menyempit.

“Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, tak membiarkan daerah sendirian menghadapi bencana. Indikatornya, langsung mengirimkan bantuan dengan 4 pesawat itu plus 2 unit helikopter. Sekarang, tinggal daerah merespon seperti apa,” ujar Alex.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat 1, Alex menyebut, telah berkoordinasi dengan sejumlah mitra kerja di Komisi IV, di antaranya Kementrian Pertanian, Kementrin Kelautan dan Perikanan (KKP), Bulog, Bapanas dan Kementrian Kehutanan.

“Komunikasi kami dengan Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian, telah didapatkan komitmen kesediaan memberikan bantuan bibit untuk petani kita yang terdampak banjir dan longsor,” jelas Alex yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumbar.

Baca juga : Wakil Ketua BAKN DPR: Penyaluran  KUR Tahun Ini Lebih Lambat

“Agar bibit yang akan diberikan itu sesuai kebutuhan, tentu membutuhkan data dari pemerintah daerah. Kita berharap, assessment bisa segera dirampungkan seiring dengan upaya pertolongan terhadap korban yang terus diupayakan seluruh elemen masyarakat di Sumbar,” tambah Alex.

Dia juga mengucapkan terima kasih pada presiden yang telah gerak cepat menyediakan bantuan di masa tanggap darurat ini. Alex juga mengucapkan banyak terima kasih pada semua elemen masyarakat seperti TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, Ormas, OKP dan masyarakat secara umum, yang telah terlibat secara aktif dalam melakukan upaya pertolongan dan pencarian korban.

Diketahui, hujan intesitas sedang hingga lebat tanggal 22-27 November 2025 di Sumatera Barat, telah menyebabkan bencana banjir dan longsor.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 28 Oktober 2025 hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 69.293 orang mengungsi dan 45.733 orang terdampak. Kemudian, akibat bencana banjir dan longsor tersebut, 23 meninggal dunia dan 12 hilang.

Berdasarkan data Jumat pagi, 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Kabupaten Padang Pariaman paling terdampak bencana banjir dan longsor di Sumbar. Tercatat 13 kecamatan yang terdampak longsor di Padang Pariaman dan 11 kecamatan di antaranya terdampak banjir. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts