Jakarta, Sumselupdate.com — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meminta Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) segera menutup jalur peredaran narkoba di wilayah tersebut. Sebab, berdasarkan informasi yang diterima, Kalbar merupakan jalan masuk bagi pengedaran dan penjualan narkoba secara internasional.
“Kalbar ini merupakan pintu masuk peredaran narkoba internasional. Dari pemaparan yang dijelaskan Kapolda tadi ada 88 jalur tikus di 4 Kabupaten. Jadi kami berharap Kapolda beserta jajaran lebih proaktif menggunakan semua sarana dan prasarana serta personel untuk mengurangi mesuknya narkoba dari Malaysia ke Indonesia,” jelas Politisi Fraksi PAN tersebut seusai memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi III di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (15/7/2023).
Menurut Pangeran, selain kasus peredaran narkoba secara Internasional terdapat juga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang membuat masyarakat menjadi korban. Menurut dia, Kalbar merupakan provinsi nomor satu dalam hal kasus TPPO.
“Jadi kita berharap juga ke depan ada kerja sama antar instansi baik dari Kepolisian, Imigrasi dan Kejaksaan Tinggi. Jangan sampai kasus TPPO ini merajalela dan masyarakat kita jadi korban,” tegasnya.
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto juga berharap atas Kunjungan Komisi III ini program yang sudah disiapkan Kepolisian Daerah dan Pemerintah setempat bisa berjalan sesuai harapan.
“Tentu program yang kami sampaikan tadi butuh pengawalan karena program ini tidak lepas dari program pemerintah. Kemudian kita hanya implementasi sesuai isu-isu strategis, isu-isu permasalahan di Kalimantan Barat mulai dari 6 program kami sampaikan tentu kami mohon dengan kunjungan kerja Komisi III DPR ini mampu memperkuat, memberikan pengawalan agar program kami berjalan lancar,” ujar Kapolda. (duk)











