Wakil Bupati OKU Johan Anwar Mengidap Penyakit Kanker Otak dan Paru-paru

Gubernur Sumsel H Herman Deru saat melayat

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar yang tutup usia pada usia 56 tahun, ternyata mengidap kanker otak dan paru paru stadium empat B.

Read More

Kabar duka tersebut langsung dijelaskan kuasa hukum Johan Anwar, Titis Rachmawati, SH, MH, yang menyebutkan almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang dan meninggal dunia sekitar pukul 07.30 WIB.

Sekira pukul 10.15 WIB pagi, jenazah Johan Anwar telah keluar di Rumah Sakit Siti Khadijah dan segera diantar ke rumah duka almarhum untuk disemayamkan dan akan di kebumikan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanjung Baru, OKU.

Kuasa hukum Titis Rachmawati, SH, MH.

“Benar tadi pagi, Bapak Johan Anwar dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 07:30 WIB, beliau meninggal akibat mengidap penyakit kanker paru-paru,dan dan kanker otak stadium empat B,” ungkapnya.

Dikatakan, Johan Anuar mengidap kanker tersebut baru diketahui pada Juni 2021 lalu. Di mana saat itu beliau sudah berstatus tersangka dalam kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi.

“Baru ketahuan semuanya itu sekitar bulan Juni 2021, pada awal sempat saat sudah masuk Rutan kami diberi tahu Pak Johan seperti orang terkena stroke. Tapi setelah diperiksa teryata seperti ada gangguan di saraf otak beliau,” ungkapnya.

Sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Khadijah, bahkan diungkap Titis Johan Anwar sempat dirujuk ke RSPAD Jakarta untuk menjalani operasi pengangkatan kanker di otak.

“Sudah sempat dioperasi, bahkan penutup kepalanya belum dipasang sempurna, ternyata timbul lagi dan meta kankernya ke paru-paru, dari situ kondisi terus menurun,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kasus dugaan korupsi yang sudah berstatus terdakwa pada persidangan yang digelar pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas 1A khusus Tipikor Palembang.

Namun dengan meninggalnya Johan Anuar, Wabub nonaktif Kabupaten OKU, ditegaskan oleh kuasa hukumnya, berdasarkan pasal 77 KUHP maka kasusnya dinyatakan gugur.

“Kurungannya sempat turun 7 tahun, jadi dengan semuanya gugur sudah tidak ada hak lagi untuk menuntut, karena Pak Johan meninggal dan belum sempat diputus oleh Mahkamah Agung, jadi belum inkracht putusan itu,” ungkapnya.

Terakhir, sebagai kuasa hukum almarhum Johan Anuar dan keluarga yang ditinggalkan, Titis menyampaikan rasa maaf dan bela sungkawa,

“Atas nama bapak Johan Anuar, saya meminta maaf apabila semasa hidupnya pernah salah dan khilaf,” ucapnya.

Sementara itu, pada pagi tadi sempat terlihat juga Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang datang melihat langsung jenazah, Johan Anwar di Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang.

Kepada awak media, tak banyak kata yang disampaikan Gubernur terkait meninggal Johan Anwar.

“Banyak kenangan sebagai sahabat yang tak bisa dilupakan dia orang yang baik, semoga amal ibadahnya semasa hidup dapat diterima,” ungkapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.