Lahat, Sumselupdate.com – Memasuki puncak musim panen kopi, para petani di wilayah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, justru dihadapkan pada ancaman serius berupa maraknya aksi pencurian hasil kebun.
Tak hanya mengambil buah kopi, pelaku juga merusak tanaman dengan memotong ranting yang masih dipenuhi buah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerugian jangka panjang karena dapat mengganggu bahkan menggagalkan panen pada musim berikutnya.
Salah satu kejadian dialami oleh pemilik kebun kopi, Ria Sar Tika. Kebunnya yang berada di Desa Kota Raya Darat, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, menjadi sasaran pencurian oleh pelaku tak dikenal.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari saat kondisi kebun minim pengawasan. Pelaku diduga memanfaatkan situasi sepi untuk menjalankan aksinya.
“Ini bukan hanya soal kehilangan buah kopi, tetapi pohon juga dirusak. Dampaknya bisa membuat panen tahun depan gagal,” ujar Ria Sar Tika.
Video kejadian yang diunggah ke media sosial pun viral dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak warga menilai aksi tersebut tidak hanya tergolong pencurian, tetapi juga perusakan yang merugikan petani secara berkelanjutan.
Lokasi kebun yang berada di pinggir jalan lintas menuju Kecamatan Pajar Bulan dinilai justru memudahkan akses bagi pelaku untuk masuk dan keluar area tanpa terdeteksi.
Fenomena ini menjadi peringatan bagi petani lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pola pencurian kini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menyasar tanaman yang berdampak pada siklus produksi ke depan.
Di tengah kondisi tersebut, peningkatan pengawasan serta solidaritas antarwarga dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang.
(**)











