Pagaralam, Sumselupdate.com – Setelah sempat dihebohkan pencurian biji kopi dengan cara dipetik di kebun, kini banyak cara yang dilakukan para oknum pencuri buah kopi di Kota Pagaralam.
Jika tidak bisa mencuri buah kopi petani yang ada di kebun karena sudah dijaga oleh petani siang hingga malam. Para pelaku pencurian ini malah mengincar kopi yang sedang dijemur di halaman rumah petani itu sendiri.
Pantauan Sumselupdate.com, saat ini biji kopi yang menjadi incaran para pelaku pencuri buah kopi yaitu pada saat setelah penjemuran.
Aksi pencurian ini marak disebabkan harga kopi yang saat ini terus mengalami kenaikan. Tak pelak, para petani harus waspada jika sedang menjemur kopi di halaman rumah dan halaman pondok di kebun.
Pasalnya, bisa saja para maling melancarkan aksinya saat malam hari dan saat petani meninggalkan penjemuran kopi miliknya.
Husni, salah seorang petani kopi Pagaralam mengatakan, jika kopi miliknya yang sedang dijemur di halaman rumahnya nyaris dicuri.
Beruntung saat pelaku sedang melancarkan aksinya, dirinya keluar rumah dan membuat pelaku langsung melarikan diri.
“Pagi tadi kejadiannya dek sekitar pukul 02.30 dini hari. Saya mendengar suara yang mencurigakan di halaman rumah, karena penasaran saya keluar dan melihat ada orang yang hendak mencuri kopi saya,” ujarnya.
Melihat kondisi itu Husni langsung keluar rumah, melihat dirinya keluar rumah para pelaku langsung berlari.
“Jadi untuk para rekan-rekan petani untuk wasapda karena jangan sampai kita sibuk menjaga kebun, tapi buah kopi yang sudah kita jemur yang dicuri maling,” katanya.
Kapolres Pagaralam AKBP Erwin Aras Genda, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Chandra mengatakan, para petani kopi diminta waspada dan dapat meningkatkan kewasapdaannya.
Pasalnya aksi pencurian Kopi bukan lagi menyasar buah kopi di kebun namun mulai di penjemuran kopi warga.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan mengedepankan pencegahan misalnya dengan melaksanakan poskamling atau ronda dan menyimpan kopi yang telah dijemur ketempat yang aman (tidak dipinggir jalan) karena dapat menimbulkan niat para pelaku. Mengingat harga kopi sekarang sedang tinggi,” imbaunya. (**)











