Pagaralam, Sumselupdate.com – Kabar keberadaan harimau yang berkeliaran di areal obyek wisata kebun teh Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagaralam dan sekitarnya sempat viral dalam satu bulan terakhir.
Tak pelak, informasi itu berdampak negatif terhadap menurunnya tingkat hunian villa dan hotel di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.
Hal ini dikeluhkan para pelaku usaha pariwisata karena banyak tamu yang memilih membatalkan kunjungan untuk berwisata ke Kota Pagaralam dikarenakan takut.
Seperti dikatakan Ramadian, pengelola villa DAW eks MTQ. Menurut dia, sejak isu kemunculan harimau di kebun teh Gunung Dempo, banyak wisatawan dari luar daerah membatalkan berwisata ke Pagaralam dan hal ini berdampak terhadap menurunnya tingkat hunian serta omset sampai 50 persen.
Dirinya berharap agar instansi terkait dapat membantu dan mensosialisasikan kepada wisatawan bahwa areal kebun teh Gunung Dempo aman dari harimau.
“Harapanya mudah-mudahan ada instansi terkait yang membantu mensosialisasikan bahwasanya yang berbahaya itu di kawasan Tugu Rimau, bukan di objek wisata lain, serta harus ada pihak yang menjamin keamanan wisatawan yang hendak berkunjung ke Pagaralam,” ungkapnya.
Ditambahkannya, berdasarkan data yang ada selama isu kemunculan harimau tersebut villa yang dikelolanya sama sekali tidak ada pengunjung, meski di hari libur.
“Untuk pengguna media sosial jangan lah memberikan informasi yang salah serta tidak melebih-lebihkan terkait harimau yang terlihat di Tugu Rimau karena berdampak bagi para pelaku usaha,” tandasnya. (ric)











