Pagaralam, Sumselupdate.com – Postingan video di akun facebook resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan sempat menghebohkan warganet.
Pasalnya, postingan video yang diunggah, hari ini, Sabtu (18/4/2020). sekitar pukul 15.30 WIB, sempat viral lantaran terlihat ada seorang penumpang bus berjenis kelamin laki-laki tiba-tiba pingsan.
Warganet kian heboh lantaran penumpang bus itu pingsan dengan gejala yang hampir mirip orang yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
Di mana sebelum pingsan, penumpang bus itu kejang-kejang disertai batuk dan mengeluarkan air liur yang tidak lazim.
Dari cuplikan video, tampak peristiwa itu terjadi di posko pemeriksaan penumpang dan kendaraan.
Namun penumpang bus tersebut langsung mendapatkan pertolongan dari petugas yang siaga di Posko Gugus Tugas Covid-19.
Kemudian penumpang bus itu langsung dibawa ke dalam mobil ambulance menuju Rumah Sakit Daerah (RSUD) Besemah Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam.
Terkait video viral tersebut, dibenarkan Juru Bicara Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian.
Menurut Syamsul, hasil diagnosa dugaan sementara penumpang bus tersebut bukan terinfeksi virus Corona namun menderita stroke.
Kendati demikian, kata Syamsul, pasien tersebut tetap dianggap sebagai orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona (Covid-19), mengingat dia baru saja tiba dari Palembang.
Sebagaimana diketahui Palembang masih Zona Merah Covid-19 lantaran jumlah pasien positif Corona sudah mencapai 52 orang dengan tranmisi nyaris lokal semua.
“Kesimpulan sementara ODP dengan stroke. Kondisi pasien saat ini belum sadar dan masih diobservasi. Pasien tersebut bukan orang Pagaralam, namun hanya melintas dengan tujuan ke Kabupaten Empat Lawang,” ujar Syamsul saat di wawancarai Sumselupdate.com via WhatsApp.
Syamsul mengatakan, meski penumpang bus itu masuk kategori ODP stroke, petugas yang mengevakuasi pada saat kejadian tidak akan diisolasi walaupun tidak memakai alat pelindung diri (APD).
“Tidak dibebastugaskan (isolasi petugas –red) dikarenakan penumpang bus tersebut didiagnosa stroke dan karena dari Palembang diklasifikasikan orang dalam pemantauan yang belum berstatus Pasien dalam pengawasan (PDP). Tapi memang orang yang sakit tersebut harus mengisolasi diri selama 14 hari.” Jelasnya. (ric)
Daftar Kasus Positif Virus Corona di Sumsel
[jtrt_tables id=”392937″]











