Utang Shabu Jadi Latar Belakang Pembunuhan sadis Terhadap Inah

Minggu, 27 Januari 2019
Tersangka Asri saat diamankan di ruang pemeriksaan Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Sabtu (26/1/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan Asri (32) dan kawan-kawan terhadap korban Inah Antimurti (20) di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sabtu (19/1) lalu ditenggarai oleh utang shabu yang tak kunjung dibayar oleh korban.

Saat diperiksa di Polda Sumsel tersangka Asri mengatakan bahwa dirinya merupakan pengedar narkotika jenis shabu. Meski menjalin hubungan asmara, korban selalu membeli shabu kepada Asri.

Read More

Berulang kali korban membeli shabu dengan mengutang kepada tersangka hingga utangnya mencapai Rp5 juta. “Ditagih selalu marah, bilang shabu saya jelek. Tapi masih saja utang. Saya kesal, jadi saya bunuh,” ujar Asri saat diamankan di Mapolda Sumsel, Minggu (27/1/2019).

Sebelum kejadian, korban bersama lima tersangka berpesta shabu. Tersangka Asri yang tengah dipengaruhi efek shabu, mengajak korban untuk berhubungan intim, dengan dalih untuk melunasi utang korban.

Namun korban terus menolak sehingga tersangka Asri memaksa korban untuk memperkosanya. Karena terus memberontak, Asri menggunakan kekerasan untuk memaksa korban. Pada awalnya, tersangka menjerat leher korban menggunakan kawat tembaga. Namun korban yang juga tidak menyerah, terus meronta.

Sehingga Asri memukul korban menggunakan batang kayu berulang kali hingga tewas. “Saya perkosa korban, terus saya ajak yang 4 orang lain untuk buang mayat. Saya khilaf, jadi saya juga kepikiran untuk bakar mayatnya supaya tidak ketahuan,” ujar Asri.

Asri yang merupakan otak dari aksi pembunuhan sadis ini menyerahkan diri usai dibujuk oleh keluarganya dan dihantui rasa bersalah, Jumat (25/1) malam. Asri mengatakan, selama lima hari menjadi buronan dirinya selalu berpindah tempat lantaran tak tahan dihantui arwah kekasih yang dibunuhnya tersebut.

Dimana kata Asri, setelah membunuh korban ia pergi ke kawasan Kertapati, Palembang meminjam motor seorang temannya untuk melarikan diri ke Betung, Kabupaten Banyuasin. “Saya terus berpindah-pindah. Istirahat sebentar pergi lagi. Dari Betung saya ke Lubuklinggau, Lahat, terus balik lagi ke Ogan Ilir ke Gelumbang. Empat hari saya bermotor karena tak tahan selalu didatangi arwah dia (korban-red),” terangnya.

Ketika sampai ke Kabupaten Ogan Ilir, Asri pun menuju ke rumah kerabatnya. Disana ia disarankan untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. “Keluarga kumpul ketika saya pulang. Akhirnya disarankan untuk menyerahkan diri dan diantar ke sini,” ujar dia.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, keluarga menyerahkan tersangka Asri karena takut dilukai apabila terus melarikan diri.

“Jumat malam pelaku diantar oleh keluarga ke Ditreskrimum Polda Sumsel. Keluarga takut akan disikat habis karena telah menjadi otak pembunuhan dan pembakaran korban Inah,” ujar Kapolda.

Saat ini kepolisian masih terus melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap Asri dan 4 orang tersangka lainnya yang sudah ditangkap terlebih dahulu. “Penyidik masih mendalami modus dan motifnya dulu, agar terang benderang. Diselidiki kenapa bisa sesadis ini sampai membakar mayatnya,” ungkap Kapolda.

Selain itu pihaknya pun akan melakukan rekonstruksi kasus tersebut pada Senin (28/1) untuk mengetahui kronologis pembunuhan terhadap korban Inah.

“Rekonstruksi atau pra-rekonstruksi ya, nanti kita lakukan. Untuk mengetahui pasti peran-peran para 5 tersangka, sehingga penyidik bisa menentukan pasal mana yang tepat. Karena kekejiannya ini bisa dihukum mati atau minimal seumur hidup,” ujar Zulkarnain.

Sebelumnya diberitakan, anggota polisi berhasil menangkap empat tersangka pembunuhan Inah Antimurti (20) yang jenazahnya ditemukan tewas terbakar di tengah sawah Dusun IV SP2, Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (20/1). Mereka yakni Abdul Malik alias Tete (22), Feri (30), DP alias Yoga (16), dan FB (16) yang ditangkap pada Rabu (23/1). (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts