Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Tanpa diduga rapat paripurna DPRD Lubuklinggau dalam rangka ketok palu Perda APBD 2017 ditutup dengan tes urine seluruh oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (30/11/2016).
Sebanyak 28 dari 30 anggota dewan mengikuti tes urine mendadak tersebut. Sementara dua dewan lainnya tidak hadir dengan alasan sakit. Pelaksanaan tes urine diawali Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD Rodi Wijaya. Lalu dilanjutkan dengan dua wakil ketua dan anggota dewan lainnya.
Ketua DPRD Lubuklinggau Rodi Wijaya usai tes urine mengatakan, pelaksanaan test ini merupakan wujud tanggungjawab anggota dewan kepada masyarakat. Karena selama ini anggota dewan banyak
mengimbau namun tidak pernah melakukan tes urine.
Hasil tes urine akan diumumkan secara terbuka, baik kepada awak media maupun masyarakat. “Jika ada yang terindikasi kita lihat kualisifikasinya seperti apa. Nanti akan diserahkan kepada BNN. Baru diserahkan kepada praksinya masing-masing untuk memprosesnya secara moral,” katanya.
Rodi juga menyampaikan, jumlah anggota DPRD Kota Lubuklinggau ada 30 orang, namun yang hadir rapat paripurna hanya 28 orang. Satu diantaranya izin karena sakit. Sementara satu lagi izin karena menemani anaknya yang berobat di Kota Palembang.
Sementara itu Kepala BNN Kota Lubuklinggau Ibnu Munzakir menerangkan dilaksanakannya tes urine untuk anggota dewan ini karena berdasarkan informasi ada dugaan salah seorang anggota dewan yang terindikasi menggunakan narkoba.
informasi tersebut di peroleh dari BNN Bengkulu. “Kita punya semacam link aliran telepon yang mengarah kepada anggota Dewan Lubuklinggau. Berdasarkan percakapan beberapa bandar kalau ada anggota dewan terlibat. Sekarang sedang kita dalami,” tandasnya.
Dia juga menyampaikan bila ada anggota dewan yang positif narkoba akan langsung dilakukan assasmen sesuai dengan kadar ketergantungannya. “Nanti dari Ketua DPRD segera mengirim yang positif langsung dilakukan asasmen. Kemudian baru tahu akan dilanjutkan arahnya ke mana,” katanya.
Sedangkan untuk dua anggota dewan yang tidak hadir akan dilakukan tes susulan di Kantor BNN Lubuklinggau. Bahkan hal ini sudah dikomunikasikan dengan pimpinan dewan, supaya nanti dua orang yang tidak hadir segera datang ke Kantor BNN. (and)











