Usai Diperiksa Penyidik KPK, Yan Anton Pilih Bungkam

Jakarta, Sumselupdate.com – Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, SH menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Yan Anton dicecar penyidik KPK sebanyak 13 pertanyaan.

Usai menjalani pemeriksaan, Yan yang mengenakan rompi tahanan warna oranye, memilih bungkam.

Dia lebih banyak diam dan menyerahkan jawaban sejumlah pertanyaan wartawan ke pengacaranya. Dia lalu masuk ke mobil tahanan KPK.

“13 pertanyaan. Tanya ke Pak lawyer yah,” ucap Yan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan seperti dilansir detikcom, Selasa (13/9/2016).

Kuasa hukum Yan, Heru Widodo, kemudian menjelaskan, pemeriksaan awal kliennya masih berkutat tentang peristiwa operasi tangkap tangan.

Heru masih enggak menjelaskan lebih lanjut tentang materi pemeriksaan.

“Berkaitan dengan permasalahan yang kemarin terkait di Banyuasin. Terkait materinya tanya penyidik saja,” sebut Heru.

Yan ditangkap KPK pada Minggu, 4 September lalu, sesaat setelah mengadakan kegiatan pengajian dalam rangka dirinya dan istrinya untuk berangkat haji.

Dari tangan Yan, KPK menyita uang Rp299.800.000 dan USD 11.200.

Selain itu KPK juga menangkap Rustami (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), Umar Usman (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin).

Kemudian ikut menangkap Sutaryo (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin) dan Kirman (swasta) dan seorang pengusaha yang memberikan duit suap bernama Zulfikar Muharrami.

Yan diduga menerima duit suap untuk pembiayaan ibadah haji. Duit ini diminta Yan untuk mempermulus keinginan pengusaha yang ingin mendapatkan proyek di Banyuasin. (hyd)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.