Palembang, Sumselupdate.com – Pelaksanaan Ujian Nasional yang berlangsung pada hari kedua di Sekolah Luar Biasa (SLB) A panti rehabilitasi penyandang cacat netra, selasa (05/04) mengujikan mata pelajaran matematika.
Lima siswa SLB A harus mengikuti ujian dengan dibantu mengerjakan soal -soal ujian nasional dengan media braile, pasalnya soal berhitung ini lebih rumit dari mata pelajaran lainnya yang sudah berlangsung di hari pertama.
Kepala SLB A PPRCN palembang Suardi menyampaikan sebanyak lima siswa mengikuti ujian di hari kedua dengan mata pelajaran matematika menggunakan brile karena mata pelajaran tersebut tingkat kesulitannya lebih tinggi.
Menurutnya siswa yang usianya rata-rata diatas dua puluh tahun tersebut sedikit mengalami kesulitan mengerjakan soal matematika karena terbilang rumit karena berkaitan dengan angka-angka.
Sejumlah pengawaspun terpaksa harus membantu siswa membacakan soal untuk para siswa secara bergantian, hal itu untuk mengantisipasi kesulitan.
” Kami sengaja meminta kepada dinas pendidikan setempat untuk menempatkan pengawas yang menguasai huruf braile agar pelaksanaan ujian berjalan lancar, kita siapkan pengawas yang satu bisa membaca huruf brailed an satunya lagi cukup menguasai hal ini untuk membantu siswa yang memang pada dasarnya memiliki keterbatasan ini,” jelasnya.
Ditambahkannya untuk persiapan ujian, para siswa SLB sudah mempersiapkan secara matang dan telah melakukan simulasi serta tryout mengerjakan soal ujian nasional. (adi)











