Muarabeliti, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mendirikan Rumah Tunggu di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Postu bagi kalangan ibu hamil (bumil). Sehingga, diharapkan dengan adanya rumah tunggu maka penanganan bumil terutama usia kandungan yang akan melahirkan dapat ditangani dengan cepat untuk mencegah terjadinya kasus angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mura, Dr Thajtjo Kuntjoro melalui Sekretaris Muhammad Nizar mengatakan bahwa untuk kalangan bumil rentan akan terkena berbagai penyakit terutama di musim penghujan. Apalagi, faktor lingkungan yang kotor terkena atau genangan air banjir berpengaruh terhadap kebersihan kesehatan masyarakat.
“Untuk bumil memang rentan terserang penyakit apalagi diperburuk dengan musim hujan atau banjir yang dapat mendatangkan penyakit Diare DBD dan lain sebagainya,”jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pengecekan rutin sangat penting dilakukan bagi bumil dan miniml tiga bulan satu kali. Termasuk pemberian asupan makanan tambahan atau gizi serta penambahan darah bagi bumil dengan usia kandungan yang beresiko.
“Untuk pengecekan kesehatan sangat penting dilakukan bagi bumil. Sehingga, dengan begitu dapat mengetahui kondisi kandungannya,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan atau mendirikan layanan rumah tunggu di 19 puskesmas Mura dan Polindes setiap desa bagi kalangan bumil. Di mana, sasaran untuk para bumil dengan usia persalinan 9 bulan yang akan melahirkan.
“Artinya untuk bumil dengan usia kandungan yang akan melahirkan kita jaring agar dapat dirawat secara itensip dirumah tunggu dalam membantu kelahiran bayi,” akunya.
Menurutnya, dengan adanya rumah tunggu tersebut maka pelayanan bumil dapat cepat dan intens diberikan menjelang kelahiran bayi mereka. Bahkan, bilamana pelayanan kelahiran tidak bisa diberikan oleh petugas puskesmas ataupun postu maka secepatnya dapat diberikan rujukan ke RSUD Dr.Sobirin.
“Pelayanan bumil sendiri bertujuan sebagai langkah penanganan untuk menurunkan kasus AKI-AKB yang ada di Mura,” ucapnya.
Disinggung mengenai penyebab terjadinya kasus AKI-AKB sendiri. Maka dirinya mengakui banyak faktor yang mempengaruhi baik secara langsung karenaa penanganan kesehatan atau pendarahan ketika proses kelahiran ataupun karena penyakit.
“Untuk penyebab tidak langsung terjadinya AKI-AKB bisa karena penyerta penyakit seperti penyakit jantung, darah tinggi, TBC, malaria dan bila tidak ditangani maka beresiko terjadinya kegagalan kelahiran,” pungkasnya. (Ain)











