Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan massa kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Sumsel terkait dugaan ijazah palsu STM Pertambangan Palembang tahun 1977 milik Mawardi Yahya (MY). Pasalnya, menurut mereka dugaan ini agar segera diusut tuntas kebenarannya.
Berbagai LSM yang menamakan diri Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Sumsel meminta pihak terkait mengusut dugaan skandal ijazah palsu milik MY. Bahkan demo kemudian dilanjutkan ke Mapolda Sumsel.
“Kami mendesak Dinas Pendidikan Sumsel mengeluarkan jumlah ijazah yang terpakai dan yang tidak terpakai pada 1997,” ujar Koordinator Aksi, Aminullah dalam orasinya, Jumat (22/6/2018).
Lanjut Aminullah, banyak kejanggalan secara tiba-tiba munculnya nama Mawardi Yahya dalam daftar siswa yang berada di akhir urutan. Seharusnya nama berawal M maka akan masuk di deretan nama M bukan malah di akhir daftar.
Belum lagi Daftar Peserta Ujian (DPU) STM Pertambangan Palembang yang pada waktu itu menjabat Kepala Sekolahnya adalah Ir Syarbini Husein Alam diduga telah dipalsukan oleh yang bersangkutan dengan indikasi bahwa DPU tersebut telah disusun dengan benar.
“Oleh karenanya kami mendesak Diknas Provinsi Sumsel mengeluarkan DPU STM Pertambangan tahun 1977,” tegasnya lagi.
Selain itu menurutnya Diknas Provinsi Sumsel harus jujur, transparan dan tidak terpengaruh intervensi dari kelompok manapun dengan motif politis maupun ekonomi dalam mengusut tuntas skandal dugaan ijazah palsu milik Mawardi Yahya.
“Jika Diknas Sumsel tidak sungguh-sungguh menindaklanjuti aksi kali ini, kami akan datang dengan massa aksi yang lebih besar lagi sampai kebenaran terungkap,” tegasnya.
Sebelumnya saat dikonfirmasi wartawan pada 19 Januari 2018 lalu, Calon Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya menilai tudingan dugaan ijasah palsu kepada dirinya merupakan bentuk black campaign yang sengaja diembuskan oleh lawan politik.
Selain itu, mantan Bupati Ogan Ilir ini juga menilai tudingan tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap dirinya.
Menurut dia, tuduhan dan fitnah ijasah palsu dinilai untuk melemahkan dirinya di mata masyarakat.
“Kalau mau tahu tentang ijasah saya , silahkan ditanyakan ke Diknas Sumsel,” katanya.
Mawardi menambahkan, dirinya pernah dua kali kali menjadi Ketua DPRD OKI, dua kali menjadi Bupati Ogan Ilir dan ijasahnya selalu diverifikasi oleh Diknas Sumsel dan dinyatakan tidak ada masalah.
“Masyarakat Sumsel tidak bisa dibodohi lagi karena masyarakat Sumsel sudah cerdas, biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” katanya. (sbw)











