PALI, Sumselupdate.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengambil tindakan tegas bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti menerapkan tembak di tempat bagi pelaku yang kedapatan.
Hal itu dilakukan oleh pihaknya, lantaran agar memberikan peringatan tegas kepada pelaku pembakaran. Diketahui sebelumnya, sebagian besar penyebab dari terjadinya Karhutlah adalah kebiasaan lama masyarakat dalam membuka lahan baru dengan cara pembakaran.
Kodim 04/04 Muaraenim yang memantau di tiga wilayah yakni Kabupaten Muaraenim, PALI dan kota Prabumulih akan bersikap tegas dalam menanggulangi Karhutla. Pengambilan sikap tegas tersebut dikatakan langsung Dandim 04/04 Muaraenim Letkol Inf Teadi Aulia saat melakukan patroli dan sosialisasi Karhutla dengan berkeliling di empat kecamatan bersama Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony menggunakan puluhan sepeda motor.
“Sampai saat ini terpantau hotspot titik api di wilayah provinsi Sumatera Selatan ada puluhan titik diantaranya ada di dua kecamatan di PALI, yakni kecamatan Penukal dan Abab. Saat kebakaran di Ogan Ilir (OI) beberapa waktu lalu, Pangdam langsung turun ke lapangan dan memerintahkan tembak ditempat bagi warga pembakar lahan dengan sengaja,” ungkap Dandim.
Dijelaskannya bahwa tindakan tegas tersebut dilakukan apabila sosialiasi serta peringatan telah berulang kali disampaikan,namun warga tetap membandel.
“Tembak ditempat apa salahnya dilakukan apabila warga yang dimaksud hanya itu-itulah yang lakukan pembakaran lahan, atau pelakunya telah berulang kali melakukan pembakaran lahan. Kami TNI Angkatan Darat akan terus memantau hotspot agar kebakaran lahan tahun 2015 tidak terulang, apalagi tahun depan Sumsel bakal menggelar even Asean Games, hal ini harus kita jaga demi nama baik bangsa ini,” jelasnya.
Untuk itu, Dandim menghimbau agar seluruh warga mendukung penuh pencegahan Karhutla,dan kegiatan patroli serupa bakal dilakukan rutin untuk mengingatkan warga agar tidak membakar lahan. “Kita akan lakukan rutin minimal satu atau dua bulan sekali untuk mengingatkan warga untuk menghindari Karhutla,” ucapnya.
Sementara itu Wabup PALI menyebutkan bahwa pemerintah akan berupaya memberikan solusi agar warga PALI tidak membakar lahan saat membuka perkebunan baru.
“Kita upayakan dengan menggunakan alat pertanian, serta meminta pihak perusahaan yang mempunyai alat berat untuk membantu petani dalam membuka lahan baru agar tidak membakar hutan atau lahannya,” ujarnya.
Diharapkan Ferdian agar seluruh elemen masyarakat mendukung serta mematuhi isi maklumat yang dikeluarkan gubernur serta Pangdam.
“Ini demi kebaikan kita semua,dan mendukung suksesnya even internasional yang bakal di gelar di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 yakni Asean Games. Apabila sukses,maka nama baik provinsi ini bahkan bangsa ini jelas terjaga,” harapnya. (adj)











