Laporan Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Memberikan kemerdekaan kepada setiap satuan pendidikan untuk melakukan inovasi merupakan prinsip dari kurikulum Merdeka Belajar.
Yang mana bertujuan untuk menggali potensi yang ada pada guru, sekolah bahkan peserta didik untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas secara mandiri.
Di Kabupaten OKU Timur, kurikulum Merdeka Belajar sendiri dibuktikan dengan menggelar seminar guru, guna meningkatkan dan pengembangan kompetensi dan profesionalitas dari para guru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur.
Apa lagi pada era digitalisasi saat ini, peran guru dalam mengembangkan potensi peserta didik juga sangat berpengaruh. Hal tersebut merupakan salah satu langkah nyata dunia pendidikan akan perkembangan teknologi.
Kegiatan seminar ini dibuka langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H, Lanosin, ST, dan dihadiri juga pejabat dari lingkungan pendidikan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Prof. Dr. Nunuk Suryani, S.Pd, dan juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan Drs. Riza Fahlevi, M.M,
Selain itu juga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M. serta Asisten III OKU Timur Sutrisno, S.E., M.M.
Bupati OKU Timur, Ir. H, Lanosin, ST mengungkapkan, bahwa pendidikan merupakan aspek yang sangat penting, karena tak hanya mempelajari fakta namun bagaimana cara berpola pikir melalui akal.
“Disini artinya kita mempelajari fakta namun pada intinya bagaimana caranya agar dapat berpikir dan merasakan sesuatu,” jelas Bupati. Sabtu, (11/3/2023). Di lapangan Desa Sidomakmur, Kecamatan Belitang.
Ditambahkan Bupati, meskipun peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendidikan anak, namun seorang gurulah yang mempunyai langkah dalam membuka ilmu pengetahuan bagi anak didik. Apa lagi diera digital saat ini.
Dirinya juga tidak ingin pendidikan di OKU Timur tertinggal dari daerah lain, mengingat hal serupa juga pernah dicanangkan untuk pertama kali melakukan digitalisasi di Sekolah Negeri.
“Saya tidak ingin anak-anak di OKU Timur tertinggal dari daerah lain, untuk itu saya berharap potensi guru yang ada di OKU Timur dapat ditingkatkan seiring dengan kemajuan zaman,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan Drs. Riza Fahlevi, M.M. mengapresiasi tenaga pendidik Kabupaten OKU Timur yang mau mengembangkan diri. “Mau tidak mau tenaga pengajar harus disiplin, apapun keputusan pusat dalam penyempurnaan kurikulum maka kita akan menghadapinya dengan gembira,” katanya.
Ditempat yang sama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Prof. Dr. Nunuk Suryani, S.Pd. menjelaskan, keunggulan kurikulum merdeka lebih relavan dan interaktif, dimana pembelajaran melalui kurikulum tersebut memberikan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi suatu peristiwa.
“Potensi peserta didik untuk melihat dan menggunakan keterampilan dalam memecahkan masalahnya itu akan terasah,” pesannya. (**)











